Manajemen Karir: 8 Manfaat dan Peran Organisasi Di Dalamnya

Mengelola jalur karir karyawan adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh HRD dan manajemen, yang di saat bersamaan merupakan salah satu yang kadang masih tidak diprioritaskan oleh sebagian HRD.

Kami paham bahwa banyak sekali aspek HRD yang harus dikelola, yang mana tiap aspeknya sangat berpengaruh kepada kelangsungan kinerja perusahaan. Namun, jika data exit interview di tempat Anda banyak menyinggung mengenai jenjang karir, mungkin awal tahun ini adalah waktu yang tepat untuk memikirkan apa yang bisa diperbaiki dari kondisi tersebut dengan memahami pentingnya manajemen karir dan bagaimana merancang programnya dari artikel kali ini.

Kenali Lebih Lanjut Tentang Konsep Manajemen Karir Karyawan

Terkadang, perusahaan bisa sangat fokus untuk meraih goal mereka dan lupa untuk memperhatikan aspek growth dari karyawannya. Dirangkum oleh Business Insider pada 2019 lalu, alasan banyaknya orang-orang resign adalah karena sangat kurangnya perhatian perusahaan pada jenjang karir mereka.

Hal inilah yang kerap menjadi pokok permasalahan dalam sebuah perusahaan, dimana kepuasan dan motivasi kerja karyawan tersebut menjadi turun. Dalam kondisi ini, sebenarnya ini merupakan tugas utama departemen HR untuk membantu karyawan tersebut dalam hal manajemen karir, apalagi kalau karyawan tersebut dinilai sangat potensial untuk bisa berkembang lebih baik lagi. Karena karyawan yang bekerja lebih baik, pada akhirnya akan membawa keuntungan bagi perusahaan sendiri.

Manajemen Karir dari Sisi Organisasi & Individu
  • Dari sisi individual, adalah perencanaan nyata dari aktivitas individu dan keterlibatannya dalam pekerjaan yang dilakukan seseorang selama hidupnya untuk pemenuhan yang lebih baik, pertumbuhan dan stabilitas keuangan.
  • Dari sisi organisasi, adalah upaya yang dilakukan organisasi untuk mengelola alur pergerakan para karyawan sepanjang waktu melalui jabatan yang tersedia, dengan cara yang dapat memenuhi sasaran organisasi dan individual.

Manajemen karir kurang lebih seperti manajemen organisasi; Bagaimanapun juga, sebuah organisasi hanyalah kumpulan individu. Proses manajemen karir dimulai dengan perumusan tujuan dan sasaran yang bersifat jangka pendek atau yang ingin dicapai dalam jangka pendek. Kemudian nantinya dapat dikembangkan menjadi tujuan jangka panjang. 

Apakah Manajemen Karir Karyawan Penting Bagi Organisasi?

Manajemen Karir dan Penjenjangan Karyawan adalah dua hal yang saling berkaitan. Manajemen karir adalah proses pengelolaan karir pegawai yang meliputi tahapan kegiatan perencanaan karir, pengembangan dan konseling karir, serta pengambilan keputusan karir.

Organisasi perlu memahami keinginan dan tuntutan karyawan mereka jika mereka ingin menciptakan kumpulan bakat untuk mereka dan memastikan hasil kerja yang lebih baik. Untuk mencapai keseimbangan dengan perubahan tempat kerja yang berkelanjutan, baik karyawan maupun organisasi harus mencapai persyaratan yang saling menguntungkan sehingga keduanya dapat memenuhi aspirasi masa depan mereka.

Manajemen karir penting bagi perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar terus menerus. Selain itu manajemen karir juga penting karena merupakan bagian dari strategi manajemen SDM. Berikut adalah gambaran apa yang bisa terjadi jika tidak tercipta manajemen karir dalam sebuah organisasi:

Dari perspektif perusahaan, kegagalan untuk memotivasi karyawan untuk merencanakan karir mereka dapat menyebabkan :

  • Kekurangan karyawan untuk mengisi posisi yang tersedia.
  • Komitmen karyawan yang lebih rendah.
  • Penggunaan dana pelatihan dan pengembangan yang tidak tepat

Dari perspektif karyawan, tidak adanya manajemen karir dapat mengakibatkan:

  • Frustrasi, berkaitan dengan kurangnya pertumbuhan diri dan tantangan di tempat kerja.
  • Perasaan kurang berharga di perusahaan.
  • Ketidakmampuan untuk memperoleh kembali pekerjaan, saat terjadi merger akuisisi, restrukturisasi, dsb.

Dari uraian di atas, tidak mengejutkan bahwa prospek karir menjadi poin penting yang dibutuhkan oleh karyawan, dan bisa menjadi penyebab karyawan kerap keluar dari perusahaan karena mereka menganggap perusahaan kurang aktif dalam manajemen karir mereka. Oleh karena itu, sangat penting membangun manajemen karir di dalam organisasi/perusahaan.

Berbeda dengan Pengembangan Karir

Manajemen karir berbeda dengan pengembangan karir. Pengembangan karir adalah bagian dari konsep dan program manajemen karir. Melalui pengembangan karir, HRD dan manajemen memberikan berbagai program untuk mengembangkan potensi karyawan ke arah karir yang ingin dicapai, yang sejalan dengan harapan karyawan dan perusahaan.

Pengembangan organisasi adalah proses kritis dan berbasis sains yang membantu organisasi membangun kapasitas mereka untuk berubah dan mencapai efektivitas yang lebih besar dengan mengembangkan, meningkatkan, dan memperkuat strategi-struktur-proses kerja. 

8 Manfaat Melakukan Program Manajemen Karir Di Perusahaan

1. Menumbuhkan dan Mengumpulkan Pemimpin dan Spesialis Masa Depan

Organisasi membutuhkan manajemen karir yang efektif untuk menumbuhkan keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan bisnis sekarang dan di masa depan. Percakapan karir yang efektif juga akan memungkinkan karyawan mendapatkan informasi yang lebih baik dan dipersiapkan untuk peran dan tanggung jawab baru sehingga transisi ke peran baru akan lebih lancar dan sukses.

Karyawan dapat mempersiapkan diri mereka, dan perusahaan juga dapat mengumpulkan potensi-potensi pemimpin untuk masa depan.

2. Pengelolaan SDM yang Lebih Baik

Jika terjadi perubahan struktur organisasi yang mengharuskan beberapa perubahan peran/jobdesc, Anda mungkin akan perlu mereviu ulang SDM mana yang lebih efektif menjalaninya. Melalui manajemen karir, proses pengelolaan SDM dapat menjadi lebih baik karena manajemen karir membantu memindahkan orang ke dalam peran di mana keterampilan mereka paling sesuai dan aspirasi serta kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik.

3. Peningkatan Motivasi Bekerja

Motivasi bekerja yang paling baik adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri. Dengan adanya manajemen karir, motivasi diri juga akan tumbuh dengan baik karena karyawan diberi ruang untuk berkembang, baik secara fisik maupun secara mental.

4. Meningkatkan Kinerja Organisasi

Penelitian menunjukkan bahwa memberikan peluang karir merupakan praktik utama yang mempengaruhi kinerja organisasi. Mengapa hal itu bisa terjadi? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa melalui manajemen karir, motivasi karyawan dapat meningkat. Artinya, karyawan dengan motivasi kerja yang tinggi akan menghasilkan prestasi yang tinggi juga. Di mana nantinya prestasi tersebut juga akan bermanfaat bagi kinerja perusahaan.

5. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Keterlibatan karyawan akan meningkat ketika sebuah pekerjaan memenuhi kebutuhan intrinsik dan tujuan pribadi karyawan. Dengan membantu karyawan mengelola karir mereka dan memberikan peluang untuk pengembangan karir, organisasi dapat memastikan keterlibatan & produktivitas yang lebih tinggi.

6. Menarik dan Mempertahankan Best People

Tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah menemukan keseimbangan antara kemajuan karir karyawan, dan pada saat yang bersamaan menarik dan memperoleh karyawan dengan keterampilan-ketrampilan baru. 

Karyawan yang berkualitas baik akan tetap bersama organisasi jika ditawari tantangan, pemberdayaan, dan kesempatan untuk maju dan berkembang. Meskipun hal ini tampaknya bukan merupakan prioritas dalam perekonomian saat ini, organisasi perlu bersiap menghadapi potensi masalah retensi yang kemungkinan besar akan menjadi masalah saat perekonomian membaik dan pasar terbuka.

7. Karyawan lebih mengenal diri sendiri

Dengan berbagai macam program pengembangan karir yang ada, secara tidak langsung karyawan akan menjadi lebih kenal dengan diri sendiri. Mereka akan menemukan jati diri yang bisa saja selama ini belum ditemukan dan mengetahui potensi-potensi yang dimiliki. Ini akan menuntun karyawan dalam mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan bisa berdampak baik bagi organisasi.

8. Menyehatkan Iklim Perusahaan

Perusahaan akan lebih mudah mengelola sumber daya manusia yang loyal sekaligus tangguh berhubungan dengan pola pengembangan karir individu. Apabila setiap individu puas dengan situasi dan kondisi kerja atau manfaat lingkungan kerja, maka suasana kerja juga akan bertambah kondusif. Iklim kerja yang positif tentu akan semakin menambah semangat karyawan dalam bekerja.

Bagaimana Cara Mengelola Manajemen Karir agar Efektif Di Perusahaan?

Manajemen karir bukanlah sebuah program yang sekali dijalankan akan langsung selesai dalam waktu tertentu. Ini adalah sebuah contoh lifelong program. Sangat disayangkan jika berhenti di tengah jalan ketika sudah dijalankan. Simak beberapa tips berikut dalam mengelola program manajemen karir agar berlangsung efektif di perusahaan.

Program yang telah disetujui dan tersusun rapi

HRD dan manajemen harus memiliki program atau setidaknya konsep manajemen karir di perusahaan. Jangan sampai konsep atau programnya belum jadi sepenuhnya, tapi program sudah dijalankan. Program-program tersebut harus jelas arah dan tujuannya agar HRD dan karyawan tidak kebingungan di kemudian hari. Oleh karena itu, program manajemen karir ini perlu dipikirkan matang-matang. Jika terdapat perubahan, jangan lupa diperbarui dan diumumkan kepada manajemen dan karyawan agar setiap individu bisa melihat potensi masa depan dan memutuskan langkah mereka selanjutnya.

Membangun standar prosedur operasi untuk tahapan-tahapan pengembangan karir

Bentuk SOP ini bisa berupa tes, ujian, penilaian hasil evaluasi karyawan atau SOP bentuk lainnya yang sesuai dengan budaya dan kebijakan perusahaan. Tujuannya agar terdapat standar yang jelas dan terukur dalam pengembangan karir karyawan.

Jangan berhenti menginformasikan kepada seluruh karyawan tentang program jenjang karir yang ada di perusahaan

Tidak dapat dipungkiri, tidak semua karyawan juga memerhatikan pentingnya jenjang karir bagi riwayat profesional mereka, terlebih para fresh graduates. Maka dari itu, HRD perlu untuk sering-sering menginformasikan program jenjang karir yang ada dan bagaimana perusahaan mengelolanya. Agar karyawan juga dapat mempersiapkan diri mereka untuk meraih jenjang karir tersebut.

Libatkan leaders/managers dalam pengelolaan talent

Dalam manajemen karir tentunya leader/manager perlu dilibatkan, baik dalam proses penyusunan program maupun dalam proses menjalankannya. Leader/manager dapat membantu HRD untuk melihat potensi karyawan dan juga mengevaluasi program manajemen karir yang sudah dibuat.

Kesinambungkan dengan program perencanaan suksesi/succession planning

Rencana suksesi adalah proses pengenalan dan pelacakan karyawan yang sangat berpotensi untuk mengisi posisi manajerial yang lebih tinggi. Oleh karena itu sangat penting manajemen karir ini sejalan dengan program perencanaan suksesi untuk memudahkan persiapan talent yang cocok di masa depan.

Melakukan evaluasi manajemen karir

Sistem Manajemen Karir perlu dievaluasi untuk melihat kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan perusahaan dan kebutuhan para karyawan. Evaluasi dapat didasarkan atas, reaksi para pelanggan internal yang menjadi pengguna sistem manajemen karir. Maupun Informasi yang objektif tentang tingkat peralihan dari key people dan key position.

Kesimpulan

Manajemen karir adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengelola alur pergerakan para karyawan sepanjang waktu melalui jabatan yang tersedia sehingga dapat memenuhi kebutuhan karyawan. 

Dalam jangka panjang, manajemen karir ini juga tidak hanya bermanfaat untuk karyawan tapi juga untuk perusahaan. Sehingga sangat penting untuk HRD dapat membangun sistem manajemen karir yang baik. 

Poin penting dalam membangun sistem manajemen karir adalah bagaimana HRD dapat membuat program yang jelas dan rapi serta melibatkan berbagai pihak dan sejalan dengan tujuan perusahaan. Tak lupa untuk dikomunikasikan kepada karyawan dan juga dilakukan evaluasi agar dapat melihat efektivitas sistem yang dibuat.

Comment