Mengenal Tugas dan Fungsi HRD Di Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

Mengenal Tugas dan Fungsi HRD Di Perusahaan

Divisi HR/Human Resource adalah salah satu bagian penting di dalam organisasi. Sering sekali kita mendengar nama divisi tersebut, tapi apa yang paling sering ada di dalam bayangan kita saat mendengarnya? Karyawan. Rekrutmen. Training. Psikotes. Serikat buruh. Kompensasi dan benefit.

Ya, gambaran di atas memang cukup menggambarkan profesi HRD dan ruang lingkup pekerjaannya. Jika boleh menambahkan, human resource department adalah sebuah divisi yang diciptakan untuk mengelola SDM, mulai dari mengumpulkan manpower hingga mengembangkannya agar menjadi SDM yang dapat bergerak secara terstruktur dan mencapai tujuan organisasi.

Karena penting, ada baiknya kita lebih mengenal apa saja sih yang jadi ranah pekerjaan divisi ini. Juga, apa saja tugas-tugas dari praktisi HR yang perlu kita ketahui. Simak penjelasannya berikut!

Makna Kehadiran HRD Di Organisasi

Pernahkah Anda memikirkan alasan mengapa sebuah perusahaan ada? Apakah (salah satu) jawabannya untuk berkontribusi kepada masyarakat?

Ya, selain terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, sebuah perusahaan juga harus menjadi entitas yang mengejar keuntungan dengan menginvestasikan sumber dayanya dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Sumber daya ini meliputi uang tunai, aset tetap seperti peralatan produksi, bahan baku untuk produk manufaktur, mitra bisnis, jaringan distribusi, informasi pemasaran, dan tenaga kerja. Ini umumnya dikategorikan ke dalam empat elemen yaitu “orang, barang, uang, dan informasi”.

Di antara empat elemen tersebut, divisi HR memiliki tanggung jawab untuk memberdayakan “orang” secara efektif. Jadi, HRD tidak hanya memiliki tanggung jawab pada perekrutan dan administrasi kehadiran belaka.

Human Resource Department (HRD) bertanggung jawab untuk mengelola “Orang” dari sebuah organisasi. Misalnya, HR diharapkan dapat mengoptimalkan perencanaan SDM, termasuk bagaimana merekrut orang yang tepat untuk perusahaan, juga bagaimana mengembangkan dan menggunakan SDM yang ada sebagai penyokong pertumbuhan bisnis.

Setelah memahami konsep HRD, mari kita lihat masing-masing fungsi SDM.

 

Tugas-tugas Utama HRD yang Penting untuk Diketahui

HRD adalah divisi yang unik. Divisi ini tidak berhubungan langsung dengan profit perusahaan. Namun, divisi ini bertanggung jawab penuh terhadap anggota organisasi yang memiliki tanggung jawab dan peran dalam memastikan sebuah organisasi/perusahaan bisa berjalan baik dan meraih tujuan yang diinginkan.

HRD selalu berkaitan dengan potensi yang ada di dalam manusia. Maka dari itu, tugas-tugas yang harus dijalankan HRD berhubungan erat dengan pengelolaan potensi yang ada di dalam diri karyawan agar mencapai titik maksimal dan bisa memberikan hasil optimal, baik kepada organisasi maupun ke diri karyawan itu sendiri.

Inilah 8 tugas utama HRD yang umum, terbagi dari tugas yang bersifat teknikal dan non-teknikal.

1. Rekrutmen dan Seleksi

Mungkin banyak dari Anda yang masih memiliki pandangan bahwa tugas HR hanya merekrut saja. Tetapi bahkan pekerjaan merekrut bukanlah hal mudah, dan membutuhkan keterampilan luar biasa seperti komunikasi bahkan marketing. Keterampilan ini akan memengaruhi kualitas rekrutmen.

Tentu saja tugas pertama HRD adalah mengumpulkan karyawan berpotensi. Pekerjaan ini dimulai dari melakukan pencarian kandidat, proses interview dan asesmen, hingga onboarding.

Tugas ini sangatlah berpengaruh terhadap tugas HRD selanjutnya. Memilih SDM yang mampu bekerja sama dengan kita tidaklah mudah. Jika gagal mendapatkan SDM berpotensi, HRD akan berhadapan dengan kesulitan pengembangan talenta, rasio turnover hingga masa depan kepemimpinan.

Di bawah ini adalah artikel yang bisa membantu Anda lebih memahami proses rekrutmen dengan baik.

2. Training dan Development

Setelah merekrut SDM yang memiliki potensi, agar karyawan dapat memberikan kemampuan terbaiknya untuk memberikan kontribusi maksimal, HRD harus mendukung penuh program pendidikan dan pengembangan (dikenal juga dengan istilah L&D) untuk karyawan.

Mengapa kita perlu fokus pada pendidikan karyawan?

Intinya bukan sekadar “mengembangkan karyawan”. Perusahaan membutuhkan orang-orang yang dapat mengeluarkan hasil yang baik di lingkungan yang cepat berubah agar perusahaan dapat bertahan.

Tergantung dari kondisi dan kebutuhan, program L&D bisa diselenggarakan secara mandiri maupun menggunakan jasa dari luar.

Para HRD sebaiknya tidak menganggap remeh tugas ini, karena memperkaya kemampuan karyawan dengan metode yang tepat akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

3. Compensation and Benefit

 

Tugas ini juga kerap mengingatkan kita pada profesi HRD di dalam suatu perusahaan. Di saat yang bersamaan, tugas ini juga berperan penting dalam mendukung perusahaan.

HRD adalah divisi yang memiliki kewenangan untuk merancang program kompensasi (mulai dari upah, program asuransi wajib dari negara, dll) hingga benefit. Tidak hanya merancang, divisi ini juga mengatur skema dan tata cara pendistribusiannya.

Comben juga merupakan bentuk perhatian perusahaan kepada karyawannya, sehingga pekerjaan ini tidak boleh dilewatkan begitu saja!

Tentu saja, pelaku profesi HRD harus memahami betul undang-undang maupun peraturan lain yang mengatur tentang kompensasi dan pengupahan. Apalagi karena issue ini cukup sensitif dan menyangkut kesejahteraan karyawan.

4. Personnel Administration 

Personalia adalah salah satu bagian dari HRD. Yang dimaksud dengan administrasi personalia adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap database karyawan, payroll dan pembayaran benefit lainnya, manajemen pinjaman karyawan, manajemen absensi, pencatatan cuti tahunan, hingga sistem kontrak kerja.

Fungsi personalia mulai dijalankan sejak karyawan resmi diterima kerja di perusahaan. Proses administrasi seperti kontrak kerja, registrasi database, sampai dengan karyawan resign adalah bagian dari fungsi ini.

Ini bukan hanya pekerjaan administratif. Kita perlu mempertimbangkan poin-poin di bawah pada saat bersamaan;

  • Apakah Anda memiliki orang yang tepat di tempat yang tepat?
  • Apakah ada departemen yang kekurangan staf atau memiliki terlalu banyak karyawan? 
  • Apakah karyawan dipertahankan?
  • Apakah remunerasi (gaji) sepadan dengan pekerjaan yang diberikan oleh karyawan? 
  • Apakah jam kerja dikelola dengan baik?

Manajemen personalia adalah bagian penting dari bisnis perusahaan, karena dapat membantu mengurangi biaya tenaga kerja, memotivasi karyawan, dan meningkatkan keuntungan.

5. Penilaian Kinerja 

Tugas lain yang mencirikan profesi HRD adalah penilaian kinerja karyawan, biasa dikenal dalam istilah evaluasi karyawan. Penilaian kinerja bagi sebagian karyawan akan sangat dinantikan karena bisa berarti kenaikan gaji. Bagi yang lain, momen evaluasi bisa menjadi momen yang justru ditakuti karena menentukan kelangsungan karir karyawan.

Sedangkan bagi perusahaan, evaluasi adalah momen dimana perusahaan menilai kinerja karyawan sekaligus melakukan refleksi terhadap program pelatihan dan pengembangan yang disediakan untuk karyawan. Jika terlihat tidak ada perkembangan, manajemen harus memikirkan cara memperbaiki kualitas pelatihan dan pengembangan karyawan.

Juga, jika kriteria penilaian tidak jelas, karyawan akan kehilangan arah yang akan memengaruhi motivasi mereka. Evaluasi sangat penting dan berperan dalam pertumbuhan perusahaan.

6. Career Planning

Perencanaan karir adalah salah satu tugas HRD yang sangat penting, khususnya bagi karyawan. Salah satu alasan resign karyawan adalah tidak merasa memiliki prospek perkembangan diri dan peningkatan karir di perusahaan.

HRD bersama dengan manajemen harus mampu merancang program perencanaan karir untuk setiap lapisan karyawan, agar karyawan yang bekerja di perusahaan memiliki motivasi untuk mencapai target tersebut dan tidak mudah berpikir untuk pindah ke perusahaan lain.

7. Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif

Bagaimana pun juga, sebuah organisasi pastinya terdiri dari beragam latar belakang yang menjadikan organisasi tersebut unik. Menyatukan puluhan, ratusan, ribuan karyawan dengan sifat, usia, cara pikir yang berbeda bisa menjadi tantangan besar.

Setidaknya, diperlukan 3 aspek seperti di bawah ini agar HRD bisa menciptakan lingkungan kerja kondusif.

Memastikan Karyawan Tidak Melanggar Peraturan Perusahaan
Tidak jarang HRD dipandang sebagai sosok pelindung internal organisasi. Selain memastikan kebutuhan karyawan dapat terpenuhi, HRD juga sangat perlu untuk menjaga karyawan agar tidak melanggar peraturan yang ada. Ini memerlukan pengawasan rutin, namun dengan pendekatan yang tidak kaku.
Berkomitmen Terhadap Nilai Perusahaan
Sama seperti peraturan perusahaan, nilai dan budaya tersebut dibuat dengan keyakinan untuk menciptakan lingkungan kerja yang terbaik bagi perusahaan. Maka itu, penting bagi HRD dalam memastikan personil bisa berkomitmen terhadap nilai dan budaya perusahaan. Ini bisa dimulai dari HRD itu sendiri.
Menjembatani Komunikasi Lapisan Karyawan-Manajemen
Di antara deskripsi menciptakan lingkungan kerja kondusif, jangan pernah melupakan faktor komunikasi. Peran HRD juga sebagai penjembatan antara karyawan dan manajemen. Kemampuan komunikasi yang baik serta negosiasi menjadi sangat dibutuhkan dalam melakoni profesi ini. 

8. Merancang Program Bermanfaat Di dalam Perusahaan

Wah, selain melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pengembangan dan kesejahteraan karyawan, apa iya HRD juga harus menjadi event organizerTentu saja, tidak sepenuhnya begitu.

Merancang program bermanfaat bagi karyawan adalah salah satu upaya yang dilakukan HRD untuk membantu karyawan lebih memahami perusahaan tempatnya bekerja. Perusahaan pastinya memiliki nilai dan budaya yang diciptakan dan berharap agar semua lapisan karyawan memiliki visi misi yang sama, serta sense of belonging yang kuat. 

Ringkasan

Berikut tadi adalah tugas utama divisi human resource yang bertanggung jawab pada manajemen sumber daya manusia di sebuah perusahaan. Sebagai divisi yang menangani SDM, tugas HRD dimulai dari pencarian karyawan, pengembangannya, pemberian kompensasi yang setimpal, hingga memberikan proteksi hukum dan sosial.

HRD juga harus sadar pentingnya memerhatikan kondisi psikis karyawan, karena manusia bukanlah mesin yang hanya melakukan pekerjaan yang diperintahkan dan dibayar begitu saja.

Semoga deskripsi di atas dapat memberikan Anda gambaran yang lebih jelas mengenai pekerjaan HRD dan membuat Anda lebih bersemangat dalam mengerjakannya.

Comment