Keterampilan dan Karier Menjadi Organizational Development | | HR NOTE Indonesia

Keterampilan dan Karier Menjadi Organizational Development

organizational development

Karier di bidang organizational development mengalami perkembangan cukup pesat di organisasi. 

Terlebih saat ini, dua tahun memasuki masa pandemi, tak sedikit organisasi yang mengejar ketertinggalan bisnis. Mereka berusaha meningkatkan operasional dan memenuhi kebutuhan pelanggan. 

Dalam kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan peran organizational development. Termasuk peran dalam team building, training and development, hingga strategi bisnis.

Namun, siapa orang-orang di balik organizational development? Bagaimana memiliki karier di bidang tersebut? 

Pertalian Antara Organizational Development dan Human Resources

Tak sedikit yang beranggapan bahwa fungsi organizational development memiliki pertalian dengan human resources (HR).

Ya, keduanya berkaitan dan terkadang lingkup kerja bisa dipertukarkan, tetapi memiliki fokus berbeda.

AIHR menyatakan pendekatan HR berfokus pada individu. Sedangkan, pendekatan organizational development lebih holistik serta beroperasi di semua tingkat organisasi. Mulai dari tingkat individu, kelompok, dan organisasi. 

Organizational development yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas suatu organisasi akan fokus pada bidang strategis

HR lebih berpusat pada hal-hal operasional. Meskipun ada beberapa intervensi organizational development dalam fungsi HR, seperti manajemen kinerja dan talent management.

Hal di atas menunjukkan bahwa bidang kerja organizational development cukup luas. Lalu, apakah praktisi atau pelaksana organizational development harus memiliki keterampilan dan ilmu luas?

Keterampilan Di Bidang Organizational Development 

Menurut Fawzan Yahya Patria, Senior Consulting di Quine Consulting Indonesia, dalam Sakura Webinar Series pada Kamis (18/08/2022), semua orang bisa belajar dan menjadi pelaksana organizational development.

Mengingat organizational development specialist harus memiliki cara untuk meningkatkan efektivitas operasional bisnis dan budaya perusahaan, maka ia wajib memiliki keterampilan berupa:

#1 Communication skill

Communication skill merupakan poin penting dalam karier organizational development. Keterampilan ini diperlukan pelaksana dalam komunikasi verbal maupun tertulis. 

Komunikasi verbal digunakan ketika ia memimpin tim, mempresentasikan ide, atau memberikan pertimbangan tentang bisnis kepada level eksekutif dan manajemen.

Komunikasi tertulis akan berguna saat membuat rencana untuk meningkatkan kinerja, laporan kerja, serta mengolah data agar mudah dipahami oleh tim dan manajemen.

#2 Public speaking skill

Seorang organizational development wajib menguasai public speaking skill untuk merepresentasikan rencana dan hasil kerja secara reguler. 

Ia juga akan merepresentasikan inisiatif atau penggunaan tools baru kepada karyawan. Jadi, ia perlu mengasah kemampuan berbicara di depan publik sekaligus membuat presentasi yang efektif.

#3 Leadership 

Leadership adalah keterampilan berharga di tempat kerja yang wajib dimiliki oleh pelaksana organizational development

Di lingkup pekerjaan, organizational developer merancang dan mengarahkan inisiatif perusahaan, mendesain dan mengawasi sesi pelatihan, menjalankan wawancara dan mengenalkan teknologi baru.

Leadership skill tak hanya membantu organizational developer untuk mengimplementasikan proses baru di seluruh perusahaan. Namun juga mendapatkan kepercayaan dari rekan kerja, mengelola proyek, hingga memberikan umpan balik.

#4 Analytical thinking

Banyak praktisi organizational development yang sukses karena memiliki keterampilan analytical thinking. Mereka memperoleh keterampilan ini dari pelatihan pengolahan data dan menganalisis matriks kinerja untuk membuat perubahan yang efektif.

#5 Data analysis

Organizational developer membutuhkan keterampilan data analysis, seperti mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, serta melihat tren. Karena data analysis adalah alat terbaik untuk mengukur kesuksesan perusahaan secara keseluruhan atau per departemen.

#6 Project management

Keterampilan project management juga tak kalah penting bagi pelaku organizational development. Dengan hal ini, ia dapat mengarahkan tim untuk mencapai tujuan, menguasai tools, meningkatkan performa bisnis, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

#7 Business acumen

Seorang organizational development patut memahami business acumen, sehingga ia tahu apa yang membuat bisnis berhasil atau gagal. 

Pemahaman tentang business acumen juga membuat organizational developer mengetahui bidang lain, seperti finansial, manajemen, pemasaran, penjualan, rekrutmen, pelatihan, analisis bisnis, hingga HR.

Karakter dan Kompetensi Seorang Organizational Development

organizational development

Fawzan menambahkan bahwa organizational development dapat dihuni oleh individu dari berbagai latar belakang ilmu. 

“Semua orang bisa menjadi organizational development, tetapi harus punya karakter dan kompetensi yang dibutuhkan. Mereka yang S2 atau S3 tapi enggak punya itu, ya, enggak bisa.”

Adapun karakter dan kompetensi yang dimaksud oleh Fawzan adalah:

Karakter organizational developer
  • Orientasi kepada hasil.
  • Berpikir efisien dan inovatif.
  • Konsultatif dan terpercaya.
  • Komunikasi dan negosiator yang baik.
  • Open minded dan pembelajar.
  • Fleksibel terhadap hal baru.
  • Mampu mengelaborasi secara spesifik.
  • Sensitif dan pendengar yang baik.
Kompetensi organizational developer
  • Menguasai konsep dan teknis proses organisasi.
  • Mampu melakukan sintesis hasil riset.
  • Memahami situasi yang berbeda-beda.
  • Memiliki wawasan dan keterampilan luas tentang teknis unit di organisasi.
  • Memahami dan menguasai teknis evaluasi serta resiko saat terjadi perubahan.
  • Menguasai proses implementasi dan evaluasi budaya organisasi.

Pekerjaan Di Bidang Organizational Development

Di lingkungan kerja, lanjut Fawzan, perusahaan harus merogoh kocek cukup dalam untuk praktisi organizational development. Mereka dibayar mahal karena pekerjaan yang rumit dan kebutuhan tenaga yang langka.

Jika tertarik beralih pekerjaan atau mengubah karier, pekerjaan di bidang organizational development bisa Anda pertimbangkan:

1) Organizational development specialist

Tugas utama organizational development (OD) specialist adalah menganalisis operasional dan budaya perusahaan, mengidentifikasi hal-hal yang dapat diperbaiki, merencanakan perubahan, serta menetapkan cara untuk meningkatkan hal tersebut. 

Dalam cakupan pekerjaan lebih terperinci, OD specialist menciptakan dan melaksanakan pelatihan, menganalisis proses rekrutmen, membantu onboarding karyawan, hingga meningkatkan kerja tim dan kolaborasi antar tim. 

Jadi, area kerjanya bersinggungan dengan tim HR, sales, marketing, serta management and administration.

2) Organizational development manager

OD manager akan mengatur progres dan mengarahkan perubahan di perusahaan. 

Biasanya, OD manager bekerja langsung di bawah komando pemimpin perusahaan. Tugasnya, antara lain:

  • Mengidentifikasi tujuan jangka panjang.
  • Membuat strategi untuk mencapainya.
  • Menciptakan solusi untuk masalah spesifik.
  • Meningkatkan kebijakan melalui program dan inisiatif dengan departemen lain.
  • Bekerja sama dengan tim HR dalam menjalankan talent management, rekrutmen, onboarding, training, dan task managing.
  • Menyelaraskan pekerjaan bersama stakeholder untuk meningkatkan performa perusahaan.

3) Organizational development consultant

Biasanya, keberadaan konsultan di luar struktur perusahaan. Perusahaan yang menyewa jasa konsultan OD bertujuan untuk menyesaikan masalah dan mencapai tujuannya.

Sebagai konsultan, ia sering bekerja berdasarkan proyek dengan waktu yang telah ditentukan. Beberapa contoh proyek yang ditangani menganalisis tujuan perusahaan jangka pendek dan panjang agar tercapai pada semua level dan menjaga karyawan di semua departemen menggunakan bujet secara efektif.

4) Organizational development practitioner

Praktisi OD bisa bekerja di perusahaan maupun menjalankan jasanya seperti konsultan. 

Tugasnya adalah membantu perusahaan dalam penyelesaian perubahan dan menemukan kesenjangan pada prosesnya. Jadi, ia akan memberikan wawasan dan pengalamannya untuk meningkatkan bisnis secara strategis.

5) Organizational psychologist

Tak sedikit perusahaan ingin memiliki lingkungan kerja positif, aman, dan nyaman bagi semua karyawan. Jadi, mereka mempekerjakan organizational psychologist atau internal counselor.

Organizational psychologist akan menggunakan ilmu psikologinya untuk menemukan akar penyebab masalah, meningkatkan lingkungan kerja lebih baik, dari sisi komunikasi hingga atmosfer kerja yang masih berhubungan dengan budaya perusahaan.

Dengan demikian, organizational psychologist dapat memperbaiki produktivitas dan membangun praktik penyaringan karyawan lebih baik.

Penutup 

Karier di bidang organizational development sangat menjanjikan. Bukan hanya mengenai gaji, tetapi kesempatan berjejaring dan memperdalam pengalaman kerja.

Bila Anda–yang kini bekerja sebagai HR–tertarik bekerja di organizational development, inilah saat yang tepat untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi di bidang tersebut. 

Comment