Hal yang Perlu Diketahui dari Human Capital Management

Sebagai pelaku profesi HR, tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah human capital management, atau disingkat HCM. Sebagian dari Anda mungkin sudah menerapkannya di perusahaan atau organisasi Anda, dimana itu merupakan hal yang bagus.

Bagi praktisi yang belum menerapkan HCM di organisasinya, mari simak ulasan mengenai konsep HCM dan bagaimana Anda dapat diuntungkan dengan menerapkannya. Dalam artikel kali ini, mari kita bahas lebih lanjut mengenai penerapan human capital management secara umum, mulai dari manfaat hingga strategi yang bisa dijadikan referensi praktisi HR maupun manajemen.

Pengertian Human Capital Management

 

Secara harfiah, human capital berarti modal manusia dalam bahasa Indonesia. Human capital merupakan nilai tambah kepada karyawan atau SDM dari perusahaan setiap hari melalui motivasi, komitmen, kompetensi, serta efektivitas kerja tim.

Dalam hal manajemen human capital yang ditemukan di perusahaan, konsep ini berarti proses menginvestasikan skill, knowledge, nilai perusahaan kepada karyawan di perusahaan tersebut. Program kerja HRD akan dirancang sedemikian rupa dengan orientasi memperkaya SDM-nya. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin baik kinerja yang dihasilkan dan akan membantu pertumbuhan perusahaan.

Sehingga human capital dapat diartikan sebagai kekayaan pengetahuan, keterampilan, dan nilai yang ada di dalam diri manusia (dalam hal organisasi atau perusahaan, berarti karyawan).

Secara paradigma dan fokus, human capital sedikit berbeda dengan human resource. Bahkan, human capital sesungguhnya adalah sebuah evolusi dari konsep human resource yang telah dipraktikkan sejak lama. Kesadaran akan pentingnya peran manusia di berbagai aspek kegiatan usaha, dan pentingnya peningkatan mutu manusia menjadi salah satu pendorong perubahan ini.

Manfaat Penerapan Human Capital Management

Apa yang Membuat Human Capital Management Spesial?

Di Indonesia sendiri, konsep human capital tampak semakin banyak diterapkan di berbagai lapisan organisasi. Hal ini berkaitan dengan misi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja agar bisa bersaing dengan dunia internasional, juga sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia. 

Dalam hal ini, kita tidak bisa lagi hanya bergantung kepada paradigma manusia sebagai sebuah sumber daya (resource) belaka. Dibutuhkan paradigma lebih luas yang memandang manusia sebagai sebuah modal yang nilainya dapat dinilaigandakan agar semakin kaya pula produktivitasnya.

Konteks tersebut tidak hanya berlaku di bidang infrastruktur, namun juga di bidang pendidikan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan efisiensi tenaga kerja yang merata.

Terlebih, saat ini Indonesia sudah tergabung dalam MEA dan jelas bahwa tenaga kerja Indonesia ditantang untuk dapat bersaing dengan negara lain. Tidak hanya itu, tren industri 4.0 yang semakin mengutamakan penggunaan teknologi hampir di semua bidang akan semakin menaikkan level tantangan di dunia kerja.

Persaingan tersebut tentu tidak berakhir di skala antar-negara saja. Sebagai pelaku usaha dan praktisi HR, sangatlah penting bagi Anda untuk menginvestasikan skill, kompetensi, pengetahuan, hingga nilai perusahaan kepada karyawan Anda.

Jangan takut akan cost yang akan keluar, karena manfaat yang akan Anda dapatkan dari penerapan human capital management juga besar dan bersifat jangka panjang.

 

Manfaat Penerapan Human Capital Management di Perusahaan

Sekarang kita tahu bahwa kualitas tenaga kerja merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Demi memperbaiki kualitas tenaga kerja, kembali lagi pada tahap awal saat kita mencari dan merekrut tenaga kerja tersebut.

Paradigma human capital akan mengantarkan Anda kepada praktik pemahaman lebih lanjut mengenai visi perusahaan, potensi karyawan hingga prospek perkembangan bisnis yang lebih baik.

Fakta lainnya, HCM membuat praktisinya untuk terlibat dalam perkembangan bisnis perusahaan. Dengan mengetahui seluk-beluk bisnis, visi dan target perusahaan, tim human capital akan merancang program kerja dan strategi untuk membangun SDM yang lebih berkualitas agar bisnis perusahaan berjalan lancar.

Lima manfaat HCM
  • HCM mampu membantu praktisi HR untuk merekrut orang yang tepat di posisi yang tepat.
  • HCM mampu berfokus pada pilihan tepat untuk pelatihan dan pengembangan skill karyawan.
  • HCM mampu membantu karyawan menganalisa kekurangannya dan mendukung strategi skill improvement.
  • HCM mampu mendukung perusahaan dalam menentukan biaya yang sepadan setelah melihat potensi setiap karyawannya. Dengan begitu, perusahaan bisa memaksimalkan return of investment (ROI).
  • HCM mampu meningkatkan rasio retensi karyawan dan meningkatkan employee engagement.

Sangat terbayang, dong, betapa ringannya pekerjaan para praktisi HR jika berhasil dalam mengumpulkan SDM berbakat yang mampu mengeluarkan kinerja maksimal sesuai dengan potensinya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melaksanakan HCM

Human Capital Strategy

Membangun human capital management bukanlah proses yang cepat dan mudah. Selain proses perencanaan yang panjang, hasilnya pun tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Dalam prosesnya, banyak manajemen yang gagal karena kesulitan untuk menetapkan tujuan dari penerapan manajemen ini. Determinasi menjadi sikap yang sangat penting selama Anda menjalankan proses persiapan HCM.

Terdapat lima strategi yang bisa dipertimbangkan untuk merancang human capital manajemen di perusahaan Anda.

1. Menetapkan visi yang terarah

Komponen ini melibatkan pemahaman lengkap tentang sebuah perusahaan. Sangat penting untuk memahami kendala anggaran, visi perusahaan, persyaratan dan harapan dari para stakeholders, dan kebutuhan tenaga kerja saat ini untuk mencapai arah strategis yang jelas.

Diskusikan dan kumpulkan data dari stakeholders untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka. Ini akan membantu Anda menentukan visi organisasi dan tenaga kerjanya. Cobalah untuk menganalisis keadaan karyawan saat ini dan di mana mereka ingin melihat diri mereka dan organisasi dua, lima, hingga sepuluh tahun ke depan. Analisis semacam itu akan membantu Anda memahami kesenjangan dalam sistem.

2. Tujuan jelas human capital

Dengan memahami kesenjangan antara keadaan saat ini dengan keadaan yang diinginkan akan membantu Anda dalam mengembangkan tujuan SDM yang tidak hanya akan meningkatkan efisiensi seluruh karyawan, tapi juga membuat mereka merasa terikat pada organisasi.

Anda bisa mencoba tujuan-tujuan seperti contoh di bawah:

  • Memprioritaskan pelatihan dan pengembangan kepada karyawan berpotensi
  • Mengembangkan induction programme; sebuah program terintegrasi yang dirancang untuk karyawan baru
  • Terus mengembangkan keterampilan tenaga kerja sesuai dengan spesifikasi dan standar.
  • Mempertahankan karyawan yang bekerja keras dan berdedikasi
3. Kebijakan untuk mencapai tujuan dari sasaran yang telah ditetapkan

Langkah selanjutnya setelah tujuan dan sasaran ditetapkan adalah merancang strategi dan kebijakan untuk mencapainya. Para praktisi harus merancang rencana jangka panjang untuk memastikan karyawan puas dengan pekerjaan mereka dan memberikan level terbaik mereka.

Delegasikan tanggung jawab kepada karyawan sesuai keterampilan, kualifikasi pendidikan, keahlian, dan bidang minat mereka. Tetapkan pemimpin tim. Manajer tim harus mengambil umpan balik yang tepat dari anggota tim untuk memantau kinerja mereka. 

Apakah Anda mengetahui task atau proyek apa yang sedang dikerjakan anggota Anda? Manajer harus berinteraksi dengan anggota tim mereka secara teratur untuk memahami harapan mereka dari sistem dan juga untuk melacak pertumbuhan mereka dalam organisasi.

4. Rencana implementasi yang sempurna

Rencana Implementasi mencakup tindakan dan langkah yang diperlukan untuk mengimplementasikan human capital plan Anda.

Rencana implementasi yang sempurna tersebut meliputi:

  • Pengalokasian sumber daya yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Penetapan tenggat waktu untuk mengimplementasikan rencana human capital
  • Pengalokasian anggaran
5. Sistem yang akuntabilitas

Tidak ada proses atau rencana yang berhasil kecuali dan sampai bisa dikelola dengan baik. Sangat penting untuk melakukan tracking terhadap rencana-rencana Anda.

Sistem yang akuntabilitas melibatkan pengukuran keberhasilan dan kegagalan rencana yang diimplementasikan. Ini juga membantu Anda untuk menganalisis celah dalam rencana (jika ada) dan cara-cara untuk memperbaikinya.

Human Capital System

Dekade ini bisa disebut Zaman Keemasan HCM. Teknologi digital memungkinkan para HR leaders untuk memberikan pengalaman karyawan yang lebih menarik dan efisien. Pada saat yang sama, teknologi yang muncul, seperti otomatisasi data, analitik prediktif, dan kecerdasan buatan (AI), telah menambahkan inovasi baru untuk memahami, mengelola, dan melibatkan tenaga kerja. Para HR leaders juga memiliki seperangkat alat baru yang dapat memaksimalkan nilai tenaga kerja mereka; mulai dari praktik smart recruitment, rasio retensi karyawan hingga kompensasi yang sangat optimal.

Kolaborasi dari industri HR dengan teknologi telah melahirkan banyak sekali tools yang mempermudah pekerjaan praktisinya. HRIS adalah salah satu tools yang bisa digunakan untuk menunjang strategi dan rencana human capital Anda.

Jika Anda baru akan merintis HCM dan memiliki kekhawatiran akan berapa banyak cost yang akan keluar, Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan HCM yang ada di Indonesia.

 

Simpulan

Human capital (modal manusia) adalah pemberian nilai, kompetensi, dan pengetahuan perusahaan terhadap SDM-nya. Human capital management mencakup perencanaan dalam memaksimalkan SDM yang dimiliki agar tercapainya kelompok tenaga kerja yang kompeten dan secara mampu menaikkan kualitas kerja serta pertumbuhan perusahaan.

Memastikan apa tujuan perusahaan dan menyelaraskannya dengan program pengembangan karyawan bisa menjadi salah satu kunci dari keberhasilan penerapan human capital. Proses rekrutmen juga akan menjadi turning point dalam melaksanakan human capital management, karena memilih karyawan yang sesuai dengan visi dan nilai perusahaan akan berpengaruh banyak pada potensi pertumbuhan perusahaan.

Maka dari itu, proses pembentukan human capital management di sebuah organisasi bukanlah hal yang instan. Meski begitu, karena manfaat positif yang diberikan juga banyak dan berlaku jangka panjang, tidak ada salahnya manajemen memberikan extra effort dalam melakukannya.