Employer Value Proposition: 5 Perusahaan yang Sukses Menerapkannya | | HR NOTE Indonesia

Employer Value Proposition: 5 Perusahaan yang Sukses Menerapkannya

Employer Value Proposition

Employer Value Proposition dapat menjadi jenama dasar bagi perusahaan. 

Dengan nilai proposisi tersebut, perusahaan dapat memotivasi karyawan untuk memiliki kinerja tebaik, sehingga mereka mampu mendapatkan pelanggan atau klien. Tentu, mereka mendukung tujuan perusahaan.

Di sisi lain, Employer Value Proposition membuat perusahaan mampu bersaing di pasar tenaga kerja. Karena perusahaan menunjukkan kepada kandidat potensial tentang nilai dan budaya perusahaan ke masyarakat. 

Jika menurut mereka, perusahaan memiliki nilai dan budaya menarik, mereka tak ragu untuk bekerja di perusahaan Anda. Namun manfaat Employer Value Proposition tak hanya itu saja.

Perbedaan Employer Value Proposition Vs. Employer Branding

Sekilas Employer Value Proposition sama seperti employer branding. Keduanya bertujuan untuk menciptakan reputasi positif perusahaan di mata masyarakat, termasuk stakeholder dan kandidat.

Namun, keduanya memiliki perbedaan. Employer branding adalah unique selling point perusahaan yang dikenalkan kepada klien maupun kandidat untuk membedakan perusahaan dengan pesaingnya.

Sedangkan, Employer Value Proposition berhubungan langsung terhadap keuntungan yang ditawarkan oleh perusahaan

Menurut laporan LinkedIn, 72 persen pemimpin bisnis mengakui bahwa employer branding secara signifikan memengaruhi kemampuan perusahaan untuk merekrut kandidat berkualitas tinggi. 

Sementara itu, Employer Value Proposition yang selaras dengan kandidat memberikan mereka alasan untuk melamar dan menjadi bagian dari perusahaan Anda. Maka penting bagi perusahaan untuk menciptakan nilai proposisi yang menyeluruh dan kuat menekankan identitas dan budaya perusahaan.

Segmentasi Employer Value Proposition, Haruskah?

Idealnya, perusahaan memiliki Employer Value Proposition untuk semua karyawan berbagai level. 

Namun tim HR juga harus memiliki satu pernyataan tunggal Employer Value Proposition yang disesuaikan dengan peran dan departemen yang ada.

Karena bagaimanapun juga, perusahaan memiliki karyawan beragam. Jadi, nilai proposisi tersegmentasi memberikan ketajaman berdasarkan kebutuhan karyawan dan membantu konsistensi dalam penilaian kerja.

Ilustrasi segmentasi Employer Value Proposition

Sebuah perusahaan memiliki Employer Value Proposition: Kami menawarkan tempat untuk melakukan hal-hal luar biasa dengan orang-orang hebat.

Dalam penerapannya, nilai tersebut disesuaikan dengan peran masing-masing, yaitu:

  • Karyawan Junior: Kami menawarkan tempat untuk melakukan hal-hal luar biasa dengan orang-orang hebat dan tumbuh dalam organisasi kami.
  • Manajer: Kami menawarkan tempat untuk melakukan hal-hal luar biasa dengan orang-orang hebat, dengan otonomi untuk membuat keputusan yang memicu perubahan nyata.
  • Eksekutif: Kami menawarkan tempat untuk melakukan hal-hal luar biasa dengan orang-orang hebat, sambil memimpin industri ke cakrawala dan seterusnya.

Manfaat Employer Value Proposition

Employer Value Proposition

Tim Lewis, perusahaan pemasaran digital dan agensi, meneliti Generasi Z pada 2021. 

Hasilnya, hanya 19 persen Gen Z akan bekerja di perusahaan yang tidak memiliki nilai yang sama dengan mereka. Artinya, sebagian besar Gen Z memprioritaskan untuk bekerja di perusahaan dengan nilai yang menarik dan mencerminkan diri mereka.

Gen Z didefinisikan sebagai orang yang lahir antara 1997 hingga 2012. Mereka adalah generasi yang saat ini memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya dan yang akan mendorong pasar tenaga kerja di tahun-tahun mendatang.

Dari penelitian di atas perusahaan perlu mempertimbangkan untuk mempunyai Employer Value Proposition. Karena manfaat nilai proposisi yang menarik dapat melampaui imbalan finansial ke depannya, yaitu:

#1 Memperluas kumpulan bakat

Employer Value Proposition memperluas kumpulan bakat (talent poolhingga 10x melalui jaringan karyawan. Hal itu didukung oleh LinkedIn, cara terbaik menemukan pekerjaan baru adalah melalui karyawan.

#2 Meningkatkan retensi karyawan

Peningkatan retensi karyawan dapat mengurangi pergantian karyawan yang sangat cepat.

Setelah mempelajari 30 studi kasus, Center for American Progress menemukan biaya pergantian karyawan bisa mencapai 213 persen dari gaji karyawan.

Perusahaan dapat mempertahankan karyawan yang berharga dan meminimalisir sedikit perekrutan, onboarding, dan pelatihan dengan menawarkan Employer Value Proposition yang menarik.

#3 Branding untuk pelanggan

Manfaat memiliki nilai proposisi berikutnya adalah branding untuk pelanggan.

Edelman Trust Barometer melaporkan pada 2020, sebanyak 29 persen konsumen fokus pada seberapa baik perusahaan memperlakukan karyawannya. Hal itu mereka lakukan saat mempertimbangkan untuk membeli produk-produk atau layanan perusahaan.

#4 Keterlibatan karyawan

Employer Value Proposition dapat meningkatkan keterlibatan karyawan secara keseluruhan. 

Dampaknya, membantu motivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka dan menghasilkan rasa kebersamaan serta komitmen terhadap perusahaan.

Karyawan yang berkomitmen pada perusahaan adalah pendukung aktif bisnis Anda. Mereka tak sungkan merekomendasikan jasa atau layanan tempatnya bekerja kepada keluarga atau klien potensial.

#5 Dampak keuangan 

Keterlibatan karyawan yang lebih besar menghasilkan kinerja lebih baik dan produktivitas lebih tinggi. Hal itu berdampak positif terhadap keuangan perusahaan.

Untuk memaksimalkan ROI karyawan, perusahaan harus memiliki “nilai terbaik” seperti insentif finansial, nilai proposisi menarik, dan produktivitas tambahan yang dihasilkannya.

Perusahaan yang Sukses Menerapkan Employer Value Proposition

Employer Value Proposition

Seperti apa Employer Value Proposition yang sukses? Seperti yang diterapkan oleh perusahaan di bawah ini.

HubSpot

HubSpot adalah perusahaan pengembang dan pemasar produk perangkat lunak asal Amerika Serikat.

Perusahaan telah menghabiskan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk mengembangkan dan memasarkan Employer Value Proposition. Tagline perusahaan adalah work and life should fit together.

Manfaat yang diberikan oleh perusahaan melalui nilai proposisi antara lain:

  • Waktu liburan tanpa batas.
  • Opsi pembelian saham dengan diskon sebesar 15 persen.
  • Cuti berbayar selama empat minggu dengan bonus USD5 ribu setelah lima tahun bekerja.
  • Mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kemajuan karyawan.
  • Model kerja hybrid yang memungkinkan karyawan bekerja di rumah, kantor, atau kombinasi keduanya.

PwC

PwC atau PricewaterhouseCoopers ialah perusahaan konsultan global besar, yang memiliki klien di seluruh dunia.

Melalui nilai proposisi, PwC memberikan karyawan berupa:

  • Tunjangan transportasi, termasuk parkir.
  • Program student loan hingga USD1,200 setahun.
  • Memberikan penghargaan dan bonus berdasarkan kinerja.
  • Program kursus Certified Public Accountant.
  • Fleksibilitas kerja dan memberikan waktu istirahat tambahan.

Netflix

Layanan streaming Netflix telah lama mengembangkan Employer Value Proposition yang khas dan unik. Perusahaan juga mengembangkan budaya organisasi, berdasarkan filosofi inti people over process.

Saat ini, Netflix mempertahankan nilai proposisi yang menarik antara lain:

  • Taking care of yourself: cuti orang tua, waktu liburan tidak terbatas, tidak ada persyaratan jam kerja yang ketat, dan tunjangan fertility, surrogacy, atau adopsi.
  • Keuangan: program opsi saham fleksibel dan membayar di atas harga pasar.
  • Convenience to do your best work: biaya perjalanan, kerja fleksibel, dan relokasi.
  • Mendorong karyawan untuk mengambil keputusan secara independen.
  • Pertahankan karyawan yang sangat efektif, berbagi informasi secara terbuka, dan mengutamakan kejujuran.

LinkedIn

LinkedIn, platform media sosial kalangan profesional, memiliki nilai proposisi yang kuat dan sukses. Perusahaan telah memperoleh Best Places to Work 2022 Employees’ Choice Awards dari Glassdoor. 

Hal itu tak lepas dari nilai proposisi yang fokus pada:

  • Kepemimpinan yang transparan.
  • Memberikan benefit besar.
  • Tempat kerja yang fleksibel.
  • Dan penekanan pada keragaman dan inklusi.

Selain itu, perusahaan juga memiliki corporate culture dengan prinsip transformasi, integritas, kolaborasi, humor, dan hasil. Budaya ini bertujuan menyatukan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Too Good To Go

Too Good To Go adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membeli kelebihan makanan dari restoran dan gerai. Misi perusahaan yakni mencegah pemborosan makanan.

Employer Value Proposition mereka pun menyisipkan tentang kepedulian lingkungan dan manfaatnya, yaitu:

  • Mendorong karyawan bersemangat mengurangi limbah makanan.
  • Pengembangan karyawan melalui pelatihan dan konferensi.
  • Kerja fleksibel.
  • Membentuk tim sosial.
  • Pemberian vocer perusahaan.

Penutup 

Kesuksesan Employer Value Proposition dapat terlihat dari reputasi perusahaan yang semakin meningkat, baik secara internal –retensi karyawan– maupun eksternal  –rekrutmen kandidat–. 

Namun, sebelumnya, pastikan nilai tersebut relevan dan mencerminkan perusahaan di setiap tahap perjalanan karyawan, mulai dari rekrutmen, motivasi, keterlibatan, hingga retensi.

Comment