Career Growth: Definisi, Faktor, dan Tipe | | HR NOTE Indonesia

Career Growth: Definisi, Faktor, dan Tipe

career growth

Career growth kerap terlupakan. Mengapa demikian?

Karena manajemen cenderung fokus pada kinerja perusahaan. Mereka melupakan kepuasan karyawan yang tak hanya puas dengan gaji layak, tetapi juga peluang career growth.

Perusahaan mesti ingat bahwa—umumnya—tak ada karyawan yang mau bekerja di posisi yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Mereka mengharapkan pertumbuhan karier, entah berupa kenaikan gaji atau promosi jabatan.

Bagaimana perusahaan memberikan career growth bagi karyawan? Artikel berikut ini dapat menjadi insight bagi Anda yang sedang menggodok strategi tersebut.

Definisi Career Growth

Career growth merupakan perjalanan individu menuju visi karier personalnya. Ini sebuah proses jangka panjang yang harus dijalani untuk maju menuju target profesional terakhir.

MasterClass menyebutkan bahwa career growth adalah suatu perkembangan jangka panjang pada kehidupan profesional seseorang, seiring tugas dan tanggung jawab baru yang diambil yang bersangkutan.

Untuk menghasilkan career growth yang optimal, karyawan harus:

  • Mengembangkan target karier yang jelas.
  • Bangun relasi lintas ilmu.
  • Fokus pada pengembangan profesional.
  • Perencanaan pekerjaan atau jabatan secara tepat agar dapat mengakselerasi karier atau posisi impian.

Dengan kata lain, career growth ialah perjalanan yang bermanfaat bagi individu. Namun, memiliki target career growth bukan berarti karyawan harus menjadi ambisius.

Karena career growth memberi stabilitas finansial, aktuliasi diri, pengembangan potensi, meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja, dan secara umum membuat individu merasa hidupnya lebih baik.

Faktor Yang Mempengaruhi Career Growth

Berdasarkan survei global 2021 dari PricewaterhouseCoopers, perusahaan yang memiliki kultur pembelajaran dan pengembangan yang koheren cenderung memperoleh revenue lebih tinggi serta mencatat tingkat kepuasan karyawan dan customer yang juga lebih tinggi.

Dalam career growth, perusahaan perlu menanamkan kultur pembelajaran dengan kuat. Hal itu mengindikasikan bahwa perusahaan berambisi memajukan karier asetnya. 

Ada empat faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan career growth karyawan, yaitu:

  • Pengetahuan

Memiliki pengetahuan luas dan mendalam tidak menjamin kesuksesan. Namun, kesuksesan karier tidak mungkin didapatkan tanpa pengetahuan mumpuni yang berkaitan dengan pekerjaan.

Maka, memperoleh pengetahuan praktis dapat melalui training dan pengalaman profesional. Sementara segala pengetahuan teorikal dan faktual tentang bidang pekerjaan bisa diperoleh dengan membaca.

  • Keterampilan

Keterampilan mengacu pada penguasaan atau keahlian individu mengenai langkah eksekusi suatu pekerjaan. Video, photo editing, dan copywriting adalah contoh keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih hingga individu piawai di bidang tersebut.

Namun, ada pula keterampilan yang harus dipelajari dengan pemahaman komprehensif. Misalnya, public speaking dan creative thinking, jadi karyawan dapat mengasah kedua keterampilan itu dengan mengikuti lokakarya sekaligus mengimplementasikan ilmunya dalam pekerjaan sehari-hari.

  • Sikap

Sikap karyawan terhadap pekerjaannya menentukan kinerjanya.

Karyawan yang bersikap dan berperilaku positif cenderung mampu mengatasi stress dan menerima tanggung jawab. Ia juga memiliki motivasi tinggi.

Sebaliknya, karyawan dengan sikap negatif terhadap pekerjaa akan gampang mengeluh dan menyerah. Hal itu, menghambat potensi mereka untuk menggapai career growth.

  • Bakat

Bakat yang dimiliki oleh seseorang turut mempengaruhi career growth. Seseorang dengan bakat yang berguna pada bidang pekerjaan akan lebih cepat mempelajari keterampilan baru tanpa banyak latihan.

6 Tipe Career Growth

Ini adalah fase-fase yang dialami oleh seseorang saat menumbuhkan kariernya.

Proses akan dimulai ketika ia mulai menerima pekerjaan pertamanya hingga berakhir pada fase terakhir setelah individu mencapai posisi puncak. Berikut ini tipe career growth:

  • Follower

Umumnya, fase follower berkaitan dengan pekerjaan pertama. Karyawan memulai kariernya ketika menjalankan magang.

Karena masih merintis, ia cenderung action-oriented dan task-focused. Ia juga cenderung mendengarkan dan mengerjakan apa yang diinstruksikan atasan atau pembimbingnya.

Fase ini mutlak diperlukan, agar karyawan mengetahui cara mengikuti atasan jika kelak ingin memimpin orang lain.

  • Collaborator

Setelah follower, karyawan akan beradaptasi dengan lingkungan kantor dan mulai bergaul dengan karyawan lain.

Di fase ini, ia menjumpai kerja sama antar tim atau kolaborasi antar departemen untuk mendukung tujuan perusahaan. Selama menjadi collaborator, ia akan banyak belajar menjadi rekan setim yang baik atau keterampilan yang harus dipertajam jika bekerja bersama.

  • Instructor

Saat karyawan mulai memimpin tim, ia akan menjadi instructor. Ia akan lebih mempelajari keterampilan bersosialisasi, leadership, dan mengelola anggota tim.

Di sini, ia akan belajar bagaimana mengomunikasikan instruksi pekerjaan dengan efektif dan efisien.

  • Manager

Tingkat selanjutnya adalah manajer.

Dalam fase ini, ia belajar menangani tim dengan target produktivitas tinggi. Ia juga akan belajar memotivasi dan mengarahkan karyawan lain agar kinerjanya selaras dengan target perusahaan.

  • Influencer

Peran individu di perusahaan mulai berubah setelah ia menghabiskan waktu beberapa tahun sebagai manajer.

Ia mulai menjadi orang yang punya pengaruh di lingkungan kerja, sehingga keberadaannya berpengaruh penting bagi tim. Tahap influencer ini mendorong seseorang untuk belajar melancarkan persuasi agar orang lain mengikuti atau percaya dengannya.

  • Leader

Pada tahap akhir, individu menjadi leader dan menaungi lebih banyak karyawan. Ia tak lagi sekadar menangani tim, tetapi juga dituntut untuk menginspirasi karyawan lain yang bekerja di lingkungan kerja.

Cara Perusahaan Mendorong Career Growth Karyawan

career growth

Ada banyak cara yang dapat ditempuh oleh perusahaan untuk mendorong career growth karyawannya, yaitu:

  • Mentoring

Belajar langsung dengan mentor adalah sebuah privilige. Sebab, tak semua karyawan memiliki mentor yang komunikatif dan kooperatif.

Mentoring merupakan cara ampuh untuk mengejar karir. Ada banyak ilmu dan pengetahuan yang bisa diserap oleh karyawan selama mentoring, jadi dorong mereka untuk memanfaatkan kesempatan mentorship sebaik-baiknya.

  • Pelatihan berkala

Idealnya, perusahaan konsisten memberikan pelatihan karyawan, baik in house maupun tidak. Meski demikian, pelatihan berkala bermanfaat untuk memaksimal kinerja karyawan.

  • Leadership development

Perusahaan sebaiknya membuat program leadership development. Dengan program itu, individu akan belajar tentang manajemen secara intensif hingga ia siap memimpin timnya sendiri.

  • Penambahan tanggung jawab

Jika karyawan merasa keahlian dan kemampuannya sudah lebih dari cukup, maka tawarkan ia untuk berpartisipasi dalam proyek lain.

Tawarkan pula untuk mengerjakan tugas tambahan baru yang berbeda dengan tugas utamanya. Hal ini akan mendorong karyawan untuk belajar menerima tanggung jawab baru sekaligus mempertajam keahliannya.

  • Promosi

Cara paling akhir adalah promosi untuk naik ke jabatan yang lebih tinggi.

Jika kinerja karyawan konsisten sesuai dengan ekspektasi manajemen, maka ia berhak menerima promosi naik jabatan. Namun, bila karyawan berprestasi ditempatkan di posisi yang sama, potensi profesionalnya tidak akan berkembang.

Pew Research Center melakukan survei terhadap 10.000 penduduk Amerika untuk mencari 100 perusahaan dengan rekam jejak career growth terbaik. Berikut ini 10 contohnya:

  1. Boston Consulting Group
  2. Amazon
  3. RingCentral
  4. InsightGlobal
  5. Medallia
  6. ZipRecruiter
  7. Adobe
  8. Samsung
  9. SentinelOne
  10. Qualtrics

Penutup

Perusahaan perlu memedulikan potensi career growth para karyawan. Seiring arus informasi kian terbuka lebar, akses para pencari kerja untuk mengedukasi dirinya demi mengembangkan karier juga semakin lancar.

Perusahaan tidak bisa menganggap karyawan hanya mesin yang bekerja untuk mencapai target revenue tahunan. Bila perusahaan tak memberikan strategi career growth, maka perusahaan harus siap-siap ditinggalkan oleh karyawan dalam waktu cepat.

Maka, perusahaan wajib memberikan kesempatan career growth bagi karyawan, terutama jika secara kualitas, mereka pantas untuk menerima peningkatan karier.

Comment