Career Development: Definisi, Cara Kerja, dan Faktor | | HR NOTE Indonesia

Career Development: Definisi, Cara Kerja, dan Faktor

career development

Career development adalah topik yang belakangan lazim diperbincangan sekaligus sering disamaartikan dengan career growth. Padahal keduanya berbeda satu sama lain.

Sebagai tim HR, Anda bakal sering mendengar istilah ‘peluang career development’ ketika mewawancarai kandidat atau membacanya di media sosial.

Umumnya, generasi muda mulai memahami betapa penting career development dalam lingkungan kerja. Mereka mulai mencari perusahaan terbaik, yang bukan hanya memberikan bayaran sepadan, juga mendukung perkembangan karyawannya.

Berdasarkan studi yang dilakukan Gallup kepada 2,5 juta pekerja, didapati bahwa setidaknya 82% pekerja mempertimbangkan untuk resign karena potensi pengembangan karier yang minim.

Definisi Career Development

Career development didefinisikan sebagai sebuah proses di mana seseorang memilih, meningkatkan keahlian, dan mendorong dirinya maju selama meniti karier.

Proses tersebut akan akan membuat seseorang memutuskan sesuatu untuk mencapai target pekerjaan ideal, menguasai keahlian yang diinginkan, sekaligus gaya hidup yang didambakannya.

Di sisi lain, definisi career development mengacu pada langkah-langkah yang diambil seseorang untuk menajamkan keahliannya dan menjadi lebih siap untuk menghadapi beban kerja masa kini dan di masa mendatang.

Career development dapat dicapai dengan membangun keterampilan jangka pendek. Misalnya, ketika seseorang mengambil kursus intensif untuk membangun piranti lunak (hard skill) atau memoles public speaking (soft skill), maka yang ia tengah melakukan upaya career development.

Bagaimana Cara Kerja Career Development?

career development

Sebenarnya, career development bisa dimulai kapan saja. Prosesnya pun tidak berhenti begitu seseorang diterima bekerja di organisasi.

Upaya pengembangan karier bisa dilakukan secara berkesinambungan. Contohnya, seorang siswa SMA mulai menekuni mata pelajaran MIPA, karena ia berminat menjadi mahasiswa teknik mesin.

Dari situlah perjalanan career development-nya telah dimulai. Siswa itu sudah mulai memikirkan profesi yang hendak ia geluti, bidang pekerjaan apa yang ia minati sesuai dengan nilainya.

Jika ia memantapkan pilihannya kepada teknik mesin, maka ia akan mencari-cari peluang magang dan kursus untuk menunjang cita-citanya.

Ketika berhasil masuk ke suatu perusahaan, ia akan mengikuti beragam training dan pembelajaran yang disediakan oleh perusahaan untuk kembali mengasah keahlian teknikalnya di lapangan. Ia juga mengikuti ujian sertifikasi dan mengikuti kursus bahasa asing.

Lima tahun kemudian, sang siswa yang sudah menjadi karyawan di perusahaan mendaftarkan diri untuk mengambil gelar master.

Inilah yang dimaksud dengan career development. Proses pengembangan ini bisa berlangsung seumur hidup selama seseorang masih mampu produktif secara fisik dan mental.

Dari contoh di atas, bisa dibayangkan lingkungan kerja yang monoton dan minim peluang pengembangan karier akan ditinggalkan oleh karyawan yang hendak mengejar tujuan lebih tinggi.

Faktor Yang Mempengaruhi Career Development

Ada banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana seseorang menjalankan upaya career development. Namun, ada beberapa faktor yang memengaruhi upaya individu dalam pengembangan karier:

  • Karakteristik personal

Kepribadian, ketertarikan, bakat, dan nilai-nilai yang berkaitan dengan pekerjaan menentukan seseorang dalam mengambil keputusan terkait career development.

Ketika seseorang memiliki sifat ambisius dan kepercayaan dirinya tinggi, ia tidak akan segan-segan untuk mengambil keputusan yang berat. Ia juga tidak akan takut dengan situasi yang tidak nyaman.

Jika ia adalah seorang yang pemalu dan tidak terampil berkomunikasi, ia akan memilih profesi yang cenderung aman. Sejak awal, ia akan memilih pekerjaan yang tidak mengharuskannya berhadapan dengan khalayak ramai.

  • Usia

Usia mempengaruhi career development individu. Contohnya, pekerja perempuan yang cenderung mempertimbangkan usia saat mengembangkan kariernya.

Jika ia sudah menginjak usia di atas 30 tahun, sudah menikah dan memiliki momongan, maka ia cenderung akan berpikir dua kali sebelum mengambil peluang melanjutkan studi atau menerima tugas baru yang lebih menantang.

Hal ini terjadi karena beban mengurus rumah tangga dan mengasuh anak masih diserahkan kepada perempuan. Pekerja perempuan yang berusia 30 tahun ke atas akan memikirkan faktor usia ketika hendak memutuskan sesuatu terkait kariernya dibanding laki-laki.

  • Kemampuan finansial

Stabilitas finansial ialah salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang dalam mengembangkan karier. Karena mengasah keterampilan itu membutuhkan biaya.

Kursus daring secara intensif, mengambil gelar master, atau mengambil sertifikasi jelas membutuhkan uang yang tidak sedikit. Sebagian karyawan berhasil mengakalinya dengan mengambil beasiswa.

Namun, ada juga karyawan yang tidak mampu membiayai kursus-kursus pengembangan soft skill dan hard skill karena kemampuan finansial yang terbatas. Karena mereka memprioritaskan kewajiban lain, sehingga potensi pengembangan karier mesti dinomorduakan.

  • Kondisi fisik, mental, dan emosional

Ketiga kondisi tersebut sangat mempengaruhi career development individu.

Misalnya, teknisi berusia 50 tahunan yang kurang prima secara fisik akan berpikir dua kali untuk menerima tawaran pekerjaan lebih berat.

Contoh lain, seseoang seseorang memiliki ADHD sejak kecil dan tugas kerjanya membutuhkan ketepatan waktu dan ketelitian tinggi, maka ia harus pintar-pintar mengelola dirinya agar trait ADHD tidak menganggu pekerjaan dan studinya.

Perbedaan Career Development & Career Growth

perubahan organisasi

Terkadang seseorang mengucapkan career development, padahal yang ia maksud adalah career growth. Dari segi waktu, fokus, dan indikator, keduanya sangat berbeda.

Secara sederhana, career development dan career growth diterjemahkan sebagai pengembangan karir dan pertumbuhan karir. Jika dilihat dari segi bahasa, pengembangan dan pertumbuhan memiliki makna yang berbeda.

Pengembangan mengacu pada proses berkembang secara intrinsik. Sementara itu, pertumbuhan lebih mengacu pada perkembangan ekstrinsik atau dapat dilihat secara fisik dan lebih mudah diukur.

Jika dilihat dari segi fokus, career development berfokus pada perkembangan keahlian dan kemampuan dalam jangka pendek. Career development adalah proses yang anda gunakan untuk meraih career growth.

Sedangkan, career growth berfokus pada peningkatan jangka panjang yang berujung pada kenaikan jabatan atau kenaikan gaji. Career growth adalah hasil dari strategi career development yang dibangun oleh individu.

Career growth bisa berlangsung hingga masa pensiun. Sementara career development cenderung terjadi dalam jangka pendek, meskipun prosesnya bisa terus menerus berlangsung hingga masa pensiun.

Contoh keduanya adalah perjalanan karier seorang jurnalis. Ia menargetkan dirinya untuk bekerja di bidang komunikasi. Ia berencana melakukan career shifting dengan mengincar posisi corporate communication atau public relation staff.

Untuk mencapai tujuan, ia mengambil kelas intensif public speaking dan public relations, kelas bahasa Inggris untuk mengikuti ujian sertifikasi IELTS, juga berencana mengambil gelar S2 secara daring.

Setelah beberapa tahun berupaya meningkatkan keahlian dan kemampuan, ia mengantongi beberapa sertifikasi upskill dan keahlian bahasa asing dan menggaet gelar master. Ia akhirnya berhasil lolos untuk bekerja sebagai corporate communication associate di sebuah perusahaan.

Cara Menyesuaikan Career Growth & Career Development

Perusahaan bisa menyediakan peluang career growth dan career development secara bersamaan.

Potensi ini akan sangat dihargai dan dicari karyawan. Mereka akan merasa perusahaan lebih peduli, sehingga bersedia bekerja dalam waktu lama di kantor anda.

Adapun cara yang bisa ditempuh oleh perusahaan:

  • Buat tujuan karier

Tentukan tujuan karier yang diinginkan. Ketahui skill set yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut atau kriteria yang diinginkan oleh perusahaan ketika manajemen hendak mempromosikan karyawan.

Dengan kejelasan tujuan, karyawan dapat menentukan strategi pengembangan karier yang efektif untuk mengejar targetnya. Target career growth tanpa rencana career development adalah hal yang sia-sia.

  • Kerja sama antar manajemen dan karyawan

Perusahaan yang serius menyediakan peluang pengembangan dan pertumbuhan karier karyawan cenderung lebih kompetitif di mata pencari kerja dibanding yang tidak.

Mereka mengakomodasi minat karyawan dalam pengembangan kariernya. Bentuk akomodasi tidak harus berupa training atau biaya kursus gratis, tetapi pengarahan dari pemimpin tim atau manajer kepada karyawannya.

Sebaiknya, manajer bersikap komunikatif dan kooperatif ketika karyawannya menunjukkan ketertarikan untuk pengembangan skill.

  • Dorong karyawan untuk aktif

Anda bisa mendorong karyawan untuk aktif dengan berkenalan dengan karyawan lain dari posisi atau jabatan yang lebih tinggi. Mereka dapat menimba ilmu dari karyawan senior, menggali informasi mengenai skill set, dan bidang tugas yang harus dipelajari.

  • Program mentoring

Mentoring adalah salah satu cara ampuh dan paling mudah untuk dilakukan.

Pastikan mereka yang berada di level manajerial bersedia menerima karyawan untuk dibina. Mentorship bukanlah penambahan tugas, melainkan kesediaan karyawan untuk mengajari dan membina karyawan lain yang hendak mengembangkan kapasitas.

  • Keluar dari zona nyaman

Persuasi karyawan agar mereka mau keluar dari zona nyamannya masing-masing. Tidak semua orang yang ingin maju memiliki kesiapan mental untuk menghadapi tantangan.

Menerima tugas dengan tingkat kesulitan menengah ke atas dan mengambil job description yang kurang menyenangkan merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan oleh karyawan untuk membiasakan diri keluar dari zona nyaman.

Karyawan yang enggan beranjak dari nyona nyaman tidak akan maju begitu jauh. Rasa nyaman akan menghambat mereka untuk mencoba tugas baru di area penugasan yang baru.

Penutup

Pencari kerja mulai mempertimbangkan beragam hal. Mereka mulai mengerti hak dan kewajiban di lingkungan kerja, sehingga memiliki pandangan perusahaan yang ideal bagi perjalanan kariernya.

Perusahaan perlu memberikan ruang untuk pengembangan dan pertumbuhan karier karyawan. Pasalnya, mereka bekerja bukan hanya untuk mencari uang, tetapi juga untuk aktualisasi diri yang dapat ditempuh melalui career development dan career growth.

Comment