9 Tipe Struktur Organisasi yang Berguna Dalam Alur Kerja | | HR NOTE Indonesia

9 Tipe Struktur Organisasi yang Berguna Dalam Alur Kerja

Jika ingin alur kerja di perusahaan berjalan lancar, Anda harus menentukan satu dari 9 tipe struktur organisasi ini. Namun pilih yang sesuai dengan perusahaan. Baik sesuai visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan.

Struktur organisasi merupakan gabungan dari peraturan, peran, hubungan, dan tanggung jawab dalam kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan memilih struktur organisasi yang sesuai dengan, Anda membantu para karyawan dalam memahami tugas dan tanggung jawabnya.

Spektrum Struktur Organisasi

Sebelum membahas tentang 9 tipe struktur organisasi, kita akan mengenal spektrum. Spektrum struktur organisasi adalah mekanistik dan organik.

Struktur mekanistik mewakili pendekatan tradisional dari atas ke bawah pada struktur organisasi. Sedangkan struktur organik mewakili pendekatan yang lebih kolaboratif dan fleksibel.

Mekanistik 

Struktur mekanistik atau disebut struktur birokrasi memiliki rentang kendali atau tingkat pengawasan yang sempit, tersentralisasi, spesialisasi, terpantau, dan formalitasnya tinggi.

Meskipun karyawan lebih bertanggung jawab pada pekerjaan, tetapi struktur ini cukup kaku. Karena bawahan harus menunggu perintah atasan dalam menjalankan kegiatan serta membatasi sisi kreatif dan kurang fleksibel. Padahal sisi itu sangat dibutuhkan perusahaan dalam menghadapi perubahan yang serba cepat saat ini.

Organik 

Struktur organik atau dikenal sebagai struktur datar dengan pengawasan luas, desentralisasi, spesialisasi rendah, dan memiliki beberapa divisi.

Spektrum ini tidak formal, sehingga memungkinkan individu atau tim bekerja randomNamun lebih fleksibel dan mendorong para karyawan bekerja cepat.

Bahkan mereka dapat mencoba hal baru dan mengembangkan diri sebagai profesional di bidangnya. Perusahaan rintisan (startup) banyak mengadaptasi spektrum ini.

3 Elemen Organisasi

Selain spektrum, 9 tipe struktur organisasi juga memiliki elemen, yaitu:

Rantai kepemimpinan

Rantai kepemimpinan berkaitan dengan pendelegasian tugas dan pekerjaan dengan jelas. Misal koordinator tim memerintahkan tugas-tugas kepada semua anggotanya.

Tingkat pengawasan

Tingkat pengawasan terkait dengan manajemen, seperti siapa yang berada di bawah manajer dan apa saja tugas setiap divisi.

Sentralisasi

Sentralisasi menggambarkan pengambilan keputusan di organisasi. Dalam sebuah bisnis, keputusan akhir dibuat oleh satu atau dua entitas (sentralisasi).

9 Tipe Struktur Organisasi

Ada 9 tipe struktur organisasi yang dapat diadaptasi oleh perusahaan untuk memastikan alur kerja berjalan lancar. Berikut ini ulasannya:

1. Struktur Organisasi Fungsional

Struktur organisasi fungsional adalah tipe yang paling umum digunakan. Karena mengelompokkan karyawan dengan spesialisasi tertentu dalam satu divisi. 

Plus

Tipe struktur ini memungkinkan karyawan memiliki spesialisasi di bidangnya. Misal divisi marketing akan dihuni oleh tenaga pemasaran, staf penjualan, admin pemasaran, dan posisi terkait lainnya.

Minus 

Namun struktur fungsional juga bisa menghambat kariernya. Karena seorang karyawan bisa mengembangkan ilmu di bidang lain, tak melulu di bidang divisinya. Misal tenaga pemasar tertarik mempelajari product design, tetapi karena hal itu tidak terkait langsung terhadap pekerjaan, sehingga ia diarahkan untuk mendalami marketing.

2. Struktur Divisi Berbasis Produk

Struktur ini terdiri dari beberapa struktur fungsional yang lebih kecil. Misal divisi A bisa memiliki tim pemasaran dan penjualan berdasarkan produk yang dimiliki, begitu pula dengan divisi B dan divisi C.

Plus

Struktur ini ideal bagi perusahaan dengan banyak produk, misal perusahaan retail atau FMCG. Karena dapat mempersingkat pengembangan produk dan memungkinkan produk lebih cepat memasuki pasar.

Minus

Karena masing-masing divisi memiliki tenaga yang sama, maka perusahaan memiliki banyak tenaga serta mengembangkan hal baru meskipun pengembangan hal sebelumnya belum menghasilkan sesuatu.

3. Struktur Divisi Berbasis Pasar

Idealnya, perusahaan yang memiliki produk dan layanan unik menggunakan struktur ini. Pasalnya, struktur divisi berbasis pasar sangat efektif agar bisnis selalu mengikuti perubahan dan memenuhi permintaan pelanggan.

Plus

Satu divisi dapat mengembangkan sekaligus mendongkrak pendapatan dari produk yang dihasilkan. Misal mereka menangani langsung dalam merancang hingga mengeksekusi campaign.

Minus

Struktur ini memicu perpecahan dalam mencapai tujuan inti perusahaan. Karena adanya duplikasi aktivitas yang ditangani oleh divisi-divisi kecil.

4. Struktur Divisi Geografis

Seperti namanya, struktur ini menetapkan pembagian kerja berdasarkan geografi atau wilayah.

Plus

Struktur divisi geografis akan mendekat ke sumber pasokan dan/atau pelanggan dan memungkinkan setiap divisi mengambil keputusan. Misal perusahaan jasa pengiriman membuka cabang di kota-kota kecil, masing-masing cabang dapat membuat campaign dan promosi pemasaran.

Minus

Struktur geografis sering mempunyai otonomi besar dalam pengambilan keputusan dan menyebabkan persaingan antar tim. Misal tim pemasaran di beberapa kota saling bersaing dan menjatuhkan ketika menjalankan promosi.

5. Struktur Berbasis Proses

Karakteristik struktur organisasi berbasis adalah adanya pembagian divisi berdasarkan proses, seperti riset dan pengembangan, akuisisi pelanggan, kepuasan pelanggan, aktivitas para karyawan, dan proses lainnya. 

Plus

Nilai plus struktur berbasis proses sangat ideal untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi bisnis. Struktur juga paling sesuai untuk perusahaan yang berada di industri yang cepat berubah agar mudah beradaptasi.

Minus

Struktur bisa menjadi penghalang antar divisi jika terdapat proses yang tak lancar. Sehingga divisi lain akan menyerahkan tanggung jawab kepada divisi bersangkutan.

6. Struktur Matriks

Struktur matriks memiliki penghubung antara pimpinan atau manajer dengan pelaksana lapangan, seperti tenaga penjualan dan pemasaran. Misal divisi marketing memiliki koordinator yang bertugas menyampaikan laporan pelaksana lapangan ke manajer.

Plus

Struktur matriks memberikan fleksibilitas, menciptakan peluang baru, dan pengambilan keputusan yang lebih seimbang karena ada dua rantai perintah. Manajer ke koordinator dan koordinator ke pelaksana lapangan.

Minus

Manajer dan koordinator memiliki otoritas yang hampir sama. Jika keduanya tidak sejalan dan memiliki perintah yang berbeda, hal itu akan menyebabkan kekacauan di tingkat pelaksana lapangan. Bukan tak mungkin ada perpecahan tim.

7. Struktur Melingkar

9 tipe struktur organisasi lainnya adalah struktur melingkar. Karakteristik struktur ini adalah karyawan tingkat tinggi berada di dalam lingkaran dan karyawan tingkat bawah menempati lingkaran luar.

Plus 

Para pemimpin atau eksekutif di dalam lingkaran hanya berada di inti perusahaan. Mereka tidak memerintah langsung ke karyawan. Mereka hanya mendorong para karyawan untuk saling berbagi informasi dan meningkatkan komunikasi antar divisi.

Minus

Jika struktur tradisional yang ada atasan dan bawahan, struktur ini dapat membingungkan karyawan. Seperti kepada siapa mereka melapor dan bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan perusahaan.

8. Struktur Datar

Struktur datar membatasi tingkat hierarki manajemen. Sehingga hierarki staf ke eksekutif atau pimpinan memiliki jarak pendek. 

Plus 

Struktur ini adalah salah satu yang paling detail. Pasalnya staf didorong untuk lebih produktif mengingat hierarki lebih sedikit. Biasanya, hubungan manajer dengan anggota tim lebih cair.

Minus 

Jika salah satu manajer tim tidak setuju terhadap suatu proyek dan tak ingin terlibat di dalamnya. Anggota tim harus meminta persetujuan kepada pimpinan.

9. Struktur Jaringan

Tipe yang terakhir adalah struktur jaringan. Struktur jaringan kerap digunakan perusahaan yang bekerja dengan perusahaan lain untuk berbagi sumber daya.

Jika perusahaan memiliki banyak cabang dan tim, maka gunakan struktur jaringan. Tujuannya untuk menjelaskan alur kerja perusahaan kepada para staf bahwa pekerjaan bisa didelegasikan ke tenaga lepas, pekerja paruh waktu, atau alih daya.

Plus

Jika perusahaan tidak melakukan kegiatan di bawah satu atap, karyawan atau pimpinan akan membutuhkan bantuan pihak lain. Misal perusahaan alih daya untuk mengerjakan proyek tertentu di luar kota.

Minus

Jika perusahaan menggunakan jasa alih daya atau memiliki beberapa cabang kantor, pastikan bagan organisasi dengan jelas. Hal tersebut membantu karyawan memahami peran dan fungsi pekerjaan serta alur kerja perusahaan.

Penutup

Di dunia bisnis, ada perusahaan yang menggunakan satu tipe struktur organisasi. Namun tak sedikit yang menggabungkan dua atau tiga tipe sekaligus. Hal itu tergantung visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan.

Comment