4 Langkah HR Mencapai Peran Partner Bisnis Strategis Perusahaan | | HR NOTE Indonesia

4 Langkah HR Mencapai Peran Partner Bisnis Strategis Perusahaan

Sering kali perusahaan skala kecil dan menengah fokus pada jumlah karyawan untuk mengerjakan pekerjaan individu dan tidak jarang memegang tanggung jawab peran ganda.

Namun, jika business owner berharap untuk mengembangkan perusahaan lebih luas lagi, departemen HR adalah titik pertama yang harus memulai.

Pertama-tama, manajemen harus memahami bahwa divisi human resource terdiri dari empat level. Di antaranya memiliki peran sebagai partner bisnis strategis perusahaan. Ini bukan konsep yang mudah, dan tidak mungkin Anda pelajari sendiri.

Mari cek ulasan berikut!

Divisi HR Memiliki 4 Level, Apa Saja?

Setiap bidang bisnis mengalami fase pertumbuhannya masing-masing, termasuk bidang Human Resources (HR).

Pada dasarnya, departemen HR terbagi menjadi 4 level berbeda, dan setiap level membutuhkan keahlian khusus, yaitu:

  1. HR Administratif
  2. HR Operasional
  3. HR Strategis
  4. HR sebagai Partner Bisnis Strategis, akrab disebut HRBP (HR Business Partner)

Saat ini peran HR, khususnya HR internal perusahaan, harus bertransformasi menuju prioritas pada dampak bisnis yang signifikan.

Untuk memahami mengapa departemen HR sangat penting untuk pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan, penting untuk memahami dengan tepat peran apa yang dimiliki departemen HR perusahaan Anda.

Berikut ini adalah empat level divisi human resource:

Level 1 – Service Provider

Apakah HR di perusahaan Anda memiliki tiga karakter ini?

  • Mengerjakan fungsi administratif
  • Terfokus pada regulatory compliance
  • Mendorong tanggung jawab HR ke manajer departemen lainnya

Jika satu atau ketiga ciri tersebut menggambarkan karakter HR internal Anda, ini tandanya HR perusahaan Anda terjebak dalam pelaporan dan penggunaan metrik operasional yang tradisional.

HR sebagai service provider berada pada tingkat paling dasar dengan tanggung jawab untuk melacak dan mencatat detil setiap karyawan seperti payroll, data pegawai, menghitung absen, izin, menyiapkan dokumen HR seperti kontrak pegawai dan lainnya.

Fokus HR pada level ini adalah melakukan pekerjaan administratif secara efisien.

Meskipun peran ini sangat penting untuk kelangsungan perusahaan dan memang membutuhkan keahlian, banyak HR services/layanan HR yang dapat membantu tugas-tugas ini dikelola secara efektif di tingkat administratif.

Peran ini biasanya tidak mencakup wewenang atas laporan langsung dan memegang wewenang pengambilan keputusan yang terbatas.

Level 2 – Functional Expert

Jika HR pada tingkat satu berfungsi untuk menjalankan operasi harian perusahaan, HR pada tingkat dua berfokus pada kemajuan perkembangan dan sasaran jangka menengah yang diperlukan untuk memenuhi tujuan strategis jangka panjang.

Tingkat ini melibatkan kemampuan pengambilan keputusan yang memiliki dampak langsung pada status langsung organisasi.

Inti dari peran ini adalah pengembangan organisasi dengan fokus pada: pelatihan, rekrutmen, dan retensi bakat.

Fokus HR pada tingkat ini adalah melakukan pekerjaan operasional di berbagai fungsi inti HR.

Karakter HR Functional Expert adalah:

  • Melakukan pendekatan inside-out
  • Mulai merancang HR Practice yang inovatif
  • Customization of HR Practice

Jika HR menggunakan analytic tools pada tahap ini, HR dapat memberikan perspektif yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan HR strategis.

Level 3 – Transformation Enabler

Meskipun tingkat operasional mencakup pengambilan keputusan di tingkat menengah, fokus HR Strategis jauh lebih luas.

Pada tingkat ini, HR mulai menjadi partner sejati bagi perusahaan. HR sebagai transformation enabler telah memperluas area HR yang semula berfokus pada talent menjadi data-driven analysis untuk menentukan strategi.

Peran ini memegang tanggung jawab untuk succession planning, tujuan jangka panjang, dan pelatihan dan pengembangan talent tingkat lanjut.

Agar berhasil memenuhi peran ini, HR internal harus memiliki pengetahuan dan keahlian untuk bekerja bersama semua pengambil keputusan utama di perusahaan.

Fokus HR pada tingkat tiga adalah melakukan integrasi antara strategi HR dan strategi bisnis perusahaan.

Karakter HR pada tingkat ini meliputi:

  • Pekerjaan HR selaras dengan strategi bisnis
  • Sebagai partner dalam mengembangkan strategi bisnis
  • Kolaborasi dengan tim manajemen bisnis
  • Mampu membangun dan menjaga hubungan dengan seluruh stakeholder

Target utama HR pada tingkat ini adalah meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Level 4 – Strategic Partner

Peran HR sebagai strategic partner adalah mengembangkan dan mengarahkan agenda HR yang mendukung dan mendorong tujuan perusahaan secara menyeluruh.

Fokus HR pada level ini adalah menjadi HR Outside-In yang memberikan value ke pihak eksternal perusahaan.

Dengan kata lain, HR strategic partner menjembatani kesenjangan antara pekerjaan tim HR di lapangan dan misi C-suite hingga stakeholder.

Untuk melakukan ini, HR strategic partner memastikan bahwa kebijakan, prosedur, dan tata kelola HR selaras dengan gambaran besar yang sudah dirancang.

HR strategic partner akan aktif bertanya Bagaimana HR dapat membantu menciptakan budaya kinerja tinggi yang menarik yang mendorong seluruh bisnis ke depan?

Karakter HR Strategic Partner:
  • Menghubungkan HR ke konteks bisnis yang lebih luas.
  • Pendekatan Outside-In (Membawa perspektif eksternal perusahaan menjadi strategi internal perusahaan).
  • Selalu bisa memberikan input kepada tim manajemen perusahaan.
  • Skill analisa yang tinggi.

Perspektif Outside-In mengarahkan HR untuk menciptakan kompetensi internal perusahaan yang sesuai dengan kondisi eksternal.

Oleh karena itu, banyak perusahaan tech-startup yang sengaja membentuk culture startup-nya sesuai dengan habit dan karakter customer.

Langkah-langkah HR Mencapai Partner Strategis Perusahaan

Menciptakan peran HR sebagai partner strategis perusahaan bukan hanya mengganti nama beberapa pekerjaan atau melatih tim HR dengan keterampilan baru.

Sering kali transformasi ini melibatkan perubahan signifikan dalam pola pikir untuk membentuk peran, pekerjaan, dan perilaku. Contohnya:

Dari discipline-focused menjadi memiliki perspektif perusahaan

Mulai dari memperhatikan kebutuhan strategis perusahaan dan menggunakan lebih banyak inovasi, kreativitas, dan pemecahan masalah untuk menemukan solusi unik.

Dari authoritative menjadi konsultatif

HR sebagai partner strategis nantinya akan bermitra dengan partner dan setara dengan pemimpin bisnis lainnya. Sehingga penting untuk menggunakan lebih banyak praktik konsultatif untuk membantu semua pihak memahami human-perspective terhadap masalah bisnis yang sedang dibahas.

Dari menjadi orang HR dalam bisnis menjadi orang bisnis dengan perspektif HR

HR sebagai business partner tidak lagi fokus membuat program, kebijakan, dan proses yang memakan waktu dan tidak memberikan nilai. Fokus HR saat ini adalah memiliki orang-orang yang memahami masalah bisnis dan kemudian memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi berdampak tinggi.

Panduan Melakukan Transformasi 4 Level HR

Sebagai business executives (tim manajemen dan tim HR), Anda perlu memahami bahwa kesuksesan bisnis juga ditentukan oleh tingkat HR yang dimiliki dan dilakukan oleh perusahaan.

Menurut laporan dari Gartner, 75% CHRO (Chief of Human Resource Officer) mengharapkan HR mereka untuk menjadi business partner yang strategis – namun kurang dari 20% yang berhasil mencapainya.

Kini, HR dituntut tidak hanya memberikan value ke dalam perusahaan, melainkan berkontribusi dalam keputusan bisnis yang berdampak signifikan.

Fungsi HR dalam memberikan dampak bisnis merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan. Kalau Anda tahu bagaimana caranya.

Namun, Anda harus melakukan identifikasi terlebih dahulu, HR perusahaan Anda berapa pada tingkat berapa?

Bagaimana cara melakukan transformasi HR dari tingkat saat ini ke tingkat selanjutnya?

Anda dapat download 4 Langkah Transformasi HR di sini.

Semakin tinggi tingkat tim HR di perusahaan, maka semakin besar juga tim HR membawa kesuksesan pada bisnis.

Dapatkan real case study pada tiap tingkat HR secara GRATIS! 

Tidak yakin di mana posisi HR internal perusahaan saat ini?

Lakukan test 4 Level HR untuk mengidentifikasi tingkat HR saat ini.

Kesimpulan

Dengan melihat secara kritis keahlian HR internal saat ini, perusahaan dapat menentukan di mana dan bagaimana cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Mengharapkan staf tingkat transaksional untuk mengambil tugas strategis akan tidak praktis dan tidak efektif.

Demikian juga, menugaskan anggota HR pada tingkat satu untuk mengerjakan tugas tingkat strategis akan menyebabkan kinerja yang kurang di tingkat strategis, dan pemanfaatan yang kurang pada tingkat satu.

Daripada membayar lebih untuk HR level dua dan level tiga untuk melakukan tugas administratif, pertimbangkan untuk melakukan outsourcing jika perlu.

Saat ini, salah satu tingkatan dapat dikelola dengan biaya yang efektif melalui partner pihak ketiga.

Mempertahankan efisiensi biaya membutuhkan pemanfaatan terbaik dari talent internal dan melaksanakan tujuan perusahaan saat bertumbuh. Investasi yang tepat dalam HR hari ini akan memastikan dividen untuk masa depan Anda.

Semakin kecil risiko berarti semakin banyak peluang untuk bertumbuh.

Di Abhitech, kami percaya dengan HR for Business Impact, human resource (HR) yang menjadi profit-driver dan growth engine bagi perusahaan.

Dengan layanan Abhitech, perusahaan Anda dapat mengalokasikan HR internal ke aah yang lebih strategis dibandingkan hanya administrasi atau proses.

Pastikan alokasi HR internal Anda sudah sejalan dengan tujuan perusahaan.

Serahkan proses administrasi dan operasional HR Anda kepada expert yang sudah terbukti. Karena jelas bisa mengurangi resiko kesalahan serta menghemat waktu, sumber daya, dan uang.

Selama lebih dari 30 tahun, klien yang kami layani (termasuk perusahaan multinational maupun startup) telah membuktikan bahwa HR adalah salah satu pilar penting untuk perkembangan bisnisnya di Indonesia.

Comment