Job Redesign: Definisi, Teknik, dan Manfaatnya | | HR NOTE Indonesia

Job Redesign: Definisi, Teknik, dan Manfaatnya

Human resource department (HRD) merupakan bagian perusahaan yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi karyawan.

Dengan menggunakan metode yang benar, tentu secara tidak langsung akan memberikan dampak yang positif bagi perusahaan tersebut, salah satunya dengan menggunakan metode job redesign.

Mungkin bagi sebagian orang, istilah job redesign terdengar asing.

Kali ini, HR NOTE akan membahas job redesign meliputi mulai dari definisi, teknik, manfaat, hingga proses penerapannya. Cocok untuk Anda yang akan bekerja di divisi HR, atau bahkan sudah menjadi bagian dari HRD.

Yuk, simak penjelasannya!

Definisi Job Redesign

Sesuai dengan namanya, job redesign berarti penataan ulang suatu pekerjaan.

Dengan kata lain job redesign merupakan proses menata ulang tugas dan tanggung jawab untuk menyelaraskan peran dengan lebih baik dengan lingkungan yang berubah di dalam dan di luar organisasi.

Job redesign juga berarti sebuah metode alternatif untuk mengurangi ketidakpuasan kerja dan meningkatkan potensi motivasi pekerjaan.

Dalam proses mendesain ulang pekerjaan, sebaiknya ditujukan pada perubahan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang lebih khusus.

Contohnya adalah saling memiliki ketergantungan antara individu karyawan dan kelompok kerja. Ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan kualitas kerja para karyawan dan produktivitas kerja dalam suatu perusahaan.

Selama masa perubahan, perancangan ulang pekerjaan memastikan bahwa kebutuhan organisasi dipenuhi oleh karyawan yang terampil.

Mendesain ulang pekerjaan dapat melibatkan sesuatu yang sederhana, seperti menambahkan satu fungsi kerja, atau dapat menjadi serumit mengubah posisi seseorang.

Tujuan Utama Job Redesign

Job Enrichment

Tujuan utama job redesign adalah untuk menempatkan orang yang tepat di pekerjaan yang tepat, dan mendapatkan hasil maksimum sambil meningkatkan tingkat kepuasan mereka.

Penataan ulang suatu pekerjaan tentu saja disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu yang sering kita temui adalah perubahan zaman.

Sebagai contoh, pada kurun waktu 2007-2017, perusahaan banyak membuka lowongan pekerjaan di bidang sales dan marketing.

Namun berkat berkembangnya perdaban dan teknologi, sejak 2017 hingga saat ini perusahaan sudah tidak banyak lagi membuka lowongan di bidang tersebut dan digantikan dengan lowongan di bidang content writer.

Tentu saja melihat fenomena tersebut, HRD selaku yang bertanggung jawab terkait permasalahan SDM di suatu perusahaan wajib mempunyai analisis yang kuat kapan harus melakukan job redesign.

Peran fungsi yang dimiliki oleh bidang HRD di situasi saat ini menjadi sangat penting, karena akan memengaruhi kebijakan juga arah gerak perusahaan untuk dapat semakin berkembang.

Sebaliknya, salah langkah dan berada di kondisi yang stagnan bisa berpotensi merugikan perusahaan.

Pendekatan Job Redesign

job enrichment

Untuk melakukan job redesign, terdapat beberapa langkah pendekatan yang dapat digunakan. Pendekatan tersebut tentu dapat memberikan kemudahan dalam proses melakukan job redesign.

Simak penjelasan berikut.

Changing reality

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menerapkan job redesign adalah dengan melihat realitas kehidupan yang berubah.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa proses penataan ulang pekerjaan akan relevan jika realitas sosial di dalam masyarakat berubah, tentu hal tersebut akan mengubah cara kerja dari setiap perusahaan dan menuntut keterampilan baru yang harus dikuasai oleh karyawan.

Job analysis

Setelah mengetahui tentang adanya perubahan dalam kehidupan di masyarakat dan HRD memutuskan untuk melakukan job redesign.

Langkah selajutnya yaitu menganalisa jenis pekerjaan apa yang akan diubah.

Baca selengkapnya tentang Job Analysis Di sini: 6 Langkah Membuat Job Analysis yang Efektif

Core competency analysis

Tahap ini merupakan tahapan yang paling penting dalam melakukan job redesign.

Hal ini di karenakan pada tahap ini akan dilakukan analisis lebih lanjut terkait indikator atau acuan dalam kompetensi yang ditetapkan oleh perusahaan yang harus dimiliki oleh setiap karyawan.

Sehingga dalam tahap ini perusahaan akan mengubah atau memperbarui kompetensi yang telah ditetapkan secara umum, dengan kata lain semua fungsi di dalam perusahaan akan dipengaruhi terkait dilakukannya job redesign.

Job redefening

Selanjutnya yaitu mendefinisikan kembali pekerjaan yang sudah tata ulang. Biasanya dalam tahap ini para pimpinan perusahaan akan turut andil untuk meninjau kembali apakah penataan ulang pekerjaan sudah sesuai atau belum.

Redesign implementation

Pada tahap terakhir yaitu implementasi. Dalam tahap ini, jenis pekerjaan yang sudah dilakukan job redesign secara resmi akan diberitahukan kepada setiap karyawan.

Dalam tahap implementasi ini akah dilakukan seleksi ulang yang dapat menentukan dipertahankan atau tidaknya karyawan lama dengan karyawan baru.

Dikarenakan dalam tahap ini perusahaan sudah menentukan acuan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap karyawan, sehingga karyawan yang dirasa kurang memenuhi kriteria kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan akan dilakukan pemberhentian kerja.

Manfaat Menerapkan Job Redesign

Selain karena job redesign merupakan salah satu metode untuk meningkatkan keterampilan karyawan, cara ini membawa manfaat lain bagi perusahaan. Manfaat tersebut di antaranya sebagai berikut.

Membantu karyawan dari rasa jenuh dalam bekerja

Sejatinya kita sebagai manusia tentu akan merasakan kejenuhan atas rutinitas yang dijalankan sehari-hari.

Dalam hal ini setiap karyawan yang memiliki rutinitas atas suatu pekerjaan pasti akan merasakan kebosanan dengan tugas dari pekerjaan yang tiap waktu bersifat sama.

Dengan menggunakan metode job redesign, dapat membantu karyawan untuk menghilangkan kejenuhan tersebut. Metode ini akan memberikan variasi tugas pekerjaan yang harus dilakukan dikerjakan oleh karyawan.

Meningkatkan kepuasan karyawan

Faktor terbesar mengapa perusahaan melakukan job redesign adalah menjaga karyawan puas dan termotivasi dengan peran dan tugas yang lebih baik untuk dilakukan, apalagi jika perusahaan bisa mengarahkan mereka ke posisi yang sesuai dengan keterampilannya.

Membuat pekerjaan kontemporer

Penerapan job redesign dapat memberikan manfaat untuk bisa memastikan bahwa beberapa kegiatan yang tidak perlu dihilangkan dan beberapa tugas penting yang ditambahkan pada peran pekerjaan yang perlu diingat persyaratan industri.

Mendorong keuntungan perusahaan

Peningkatan dalam peran kerja yang menuntun pada motivasi karyawan akan secara tidak langsung mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi dari karyawan.

Saat karyawan produktif, mereka bisa bekerja lebih efisien, yang secara tidak langsung akan berkontribusi pada kinerja lebih baik. Ini akan menuntun perusahaan mencapai target lebih cepat dan lebih baik.

Sebagai strategi retensi karyawan

Saat strategi job redesign Anda berhasil, karyawan lebih termotivasi dan semangat bekerja. Karyawan yang termotivasi akan lebih mudah terlibat dengan visi dan misi perusahaan.

Selain itu, job redesign membantu karyawan melakukan pekerjaan sesuai kemampuannya, bahkan mereka jadi bisa merajut jalur karier lebih jelas lagi.

Teknik Job Redesign Beserta Contohnya

Dalam melakukan job redesign tentu seorang HRD dan perusahaan harus menentukan akan menggunakan teknik atau metode apa yang sesuai.

Sehingga keberhasilan dari job redesign dapat diukur dengan pasti apabila menggunakan teknik yang benar dan sesuai kebutuhan.

Berikut teknik job redesign yang dapat digunakan oleh perusahaan.

Job rotation

Teknik yang pertama yaitu rotasi kerja, di mana dalam teknik ini karyawan akan dirotasi oleh perusahaan dari satu bidang ke bidang lain.

Dengan adanya job rotation diharapkan karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan lebih banyak, karena setiap pekerjaan meliputi beberapa tugas yang berbeda-beda.

Misalnya, seorang asisten manajer divisi sales dirotasi ke divisi pemasaran dengan posisi yang sama.

Job enlargement

Selanjutnya yaitu perusahaan akan memberikan kesempatan peruasan kerja kepada karyawannya.

Teknik ini pada umumnya pekerjaan baru yang diberikan memiliki kesamaan dengan pekerjaan sebelumnya namun dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi.

Job enrichment

Teknik yang terakhir yaitu merupakan suatu proses pengembangan karyawan sedemikian rupa, yaitu job enrichment.

Teknik ini membuat karyawan dapat berpikir dan berperilaku seperti manajer dan mampu mengelola pekerjaan tersebut dengan baik.

Selain itu pada teknin ini juga merupakan suatu proses mendefinisi kembali pekerjaan dan peranan dari pemegang jabatan untuk memungkinkan pengembangan semacam itu.

Apa Langkah yang Diperlukan untuk Menerapkan Job Redesign?

Seperti yang kita ketahui, tujuan utama melakukan job redesign adalah menempatkan orang yang tepat di pekerjaan yang tepat.

Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan tidak bisa sembarangan dalam menentukan langkah untuk menerapkan job redesign yang akan digunakan.

Menurut salah seorang ahli manajemen yaitu Fred Luthans, dalam bukunya yang berjudul “Perilaku Organisasi”, dijelaskan bahwa untuk menerapkan job redesign, perusahaan dapat menggunakan beberapa langkah berikut:

  • Memberikan variasi keterampilan
  • Mengidentifikasi tugas dan pekerjaan yang diberikan
  • Mengelompokan tugas-tugas penting
  • Otonomi pekerjaan
  • Memberikan feedback terhadap karyawan

Penutup

Sebagai HRD, Anda dan tim dapat melakukan job redesign untuk memperbaiki motivasi dan memberikan tugas baru atau tambahan tugas kepada karyawan.

Anda tak perlu menggunakan semua teknik job redesign. Umumnya, HRD akan memberikan job rotation, job enlargement, dan job enrichment, tetapi sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Itulah penjelasan terkait penerapan job redesign di dalam perusahaan. Semoga kali ini pun ulasan kali ini bermanfaat!

Comment