Job Enlargement: Definisi, Kelebihan, dan Contohnya | | HR NOTE Indonesia

Job Enlargement: Definisi, Kelebihan, dan Contohnya

Pekerjaan yang monoton bisa menimbulkan kejenuhan yang menurunkan motivasi kerja karyawan. Sayangnya, menurunnya motivasi kerja bisa memengaruhi kinerja.

Sebagai HRD, Anda bisa saja menganggap kecil kejenuhan karyawan. Namun, bila Anda mengabaikannya, kinerja karyawan bisa menurun.

Jika Anda melihat karyawan merasa jenuh terhadap pekerjaannya, coba terapkan job enlargement.

Job enlargement dikenal salah satu metode untuk memberikan variasi pada rutinitas kerja karyawan, yang bertujuan meningkatkan motivasi kerja mereka.

Seperti apa jelasnya, ayo simak penjabarannya di bawah!

Apa Itu Job Enlargement?

Mungkin bagi sebagian orang masih bertanya-tanya, apa sih job enlargement itu?

Pada dasarnya, job enlargement adalah salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan untuk menambahkan pekerjaan kepada karyawan.

Namun, penambahan pekerjaan yang diberikan masih dalam ruang lingkup yang sama atau bersifat horizontal. Dengan kata lain, job enlargement merupakan proses menambah kuantitas pekerjaan kepada karyawan.

Selain itu, metode job enlargement juga salah satu teknik yang terdapat di dalam job redesign. Di sini, ada pula terdapat metode lain yang mirip dengan job enlargement, yakni job enrichment.

Job enlargement adalah metode memberikan karyawan pekerjaan tambahan yang melampaui tanggung jawab pekerjaan karyawan saat ini. Alhasil pekerjaannya menjadi sebuah penghargaan atas tanggung jawab yang telah dilakukan oleh karyawan tersebut.

Dengan job enlargement, perusahaan mengharapkan karyawan menjadi lebih aktif dan mampu meningkatkan kompetensi serta menambah produktivitas.

Perbedaan job enlargement dan job enrichment:
Job enlargement bersifat horizontal, sedangkan job enrichment bersifat vertikal.

Dengan job enlargement, diharapkan karyawan akan menjadi lebih aktif dan mampu meningkatkan kompetensi serta menambah produktivitas.

Tujuan Hadirnya Job Enlargement dalam Proses Pengembangan Karyawan

Perusahaan tentu tidak akan membuat langkah dalam mengeluarkan kebijakan dalam penerapan sistem kerja bagi karyawannya tanpa alasan dan tujuan yang jelas.

Terutama ketika bidang HRD melihat kinerja karyawan yang cenderung stagnan akibat tingkat rasa kejenuhan yang tinggi karena kurangnya variasi tugas pekerjaan yang diberikan.

Kinerja karyawan dan rasa kejenuhan karyawan tersebutlah yang mendasari perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk menerapkan metode job enlargement bagi karyawannya.

Hal ini perlukan oleh perusahaan, mengingat kurangnya produktivitas kinerja karyawan akan mempengaruhi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Tujuan perusahaan menerapkan job enlargement adalah agar karyawan yang diberikan pekerjaan tambahan dalam satu posisi menjadi lebih aktif dan mampu meningkatkan kompetensi serta menambah produktivitas.

Kelebihan dan Kekurangan Job Enlargement

Job enlargement bukan berarti sebuah metode yang paling menguntungkan perusahaan juga karyawan. Karena sejatinya, setiap strategi memiliki nilai lebih dan kekurangan.

Ini dia beberapa kelebihan dan kekurangan job enlargement untuk diketahui:

Kelebihan job enlargement

Tujuan utama dari ditetapkannya metode job enlargement yaitu untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan sehingga karyawan tidak merasakan tingkat kejenuhan yang tinggi.

Selebihnya, berikut daftar kelebihan dari praktik job enlargement:

  1. Meningkatkan semangat bekerja karyawan sehingga mampu mendorong produktivitas perusahaan.
  2. Mengajarkan karyawan berbagai skill baru sehingga mampu membantu karyawan dalam mengembangakan kemampuannya.
  3. Penggunaan metode job enlargement dapat mengurangi tingkat kejenuhan yang dirasakan oleh karyawan.
  4. Menambahkan variasi tugas dan pekerjaan yang diterima oleh karyawan.

Kekurangan job enlargement

Meskipun metode ini memiliki tujuan untuk menambah keterampilan dan meningkatkan produktivitas karyawan, penambahan tugas pekerjaan justru bisa membuat kinerja karyawan semakin menurun apabila dilakukan dengan cara yang salah.

Berikut daftar kekurangan praktik job enlargement lainnya:

  1. Berpotensi menurunkan efisiensi bekerja, hal ini dikarenakan dengan menambah beban pekerjaan dapat meneyebabkan produktivitas dan efisiensi kerja menurun.
  2. Kualitas produk akan menurun, hal ini disebabkan dari kinerja karyawan yang buruk tentu akan berpengaruh dari kualitas produk perusahaan itu sendiri. Efek domino yang akan didapatkan yaitu berpengaruhnya kepuasan pelanggan yang akan mencoreng citra perusahaan di mata calon konsumen.
  3. Karyawan akan mengalami kelelahan yang disebabkan oleh meningkatnya beban kerja yang diberikan oleh perushaan ke suatu peran yang tidak realistis akan membebani karyawan. Jika dibiarkan, karyawan berpotensi mengalami tingkat depresi yang tinggi.

Contoh Job Enlargement

Setelah mengetahui penjelasan secara singkat mengenai apa itu job enlargement, perlu diketahui contoh penerapan metode job enlargement agar Anda tidak kembali tertukar antara job enlargement dengan job encrichment.

Berikut contoh penrapan job enlargement yang dapat kita ketahui.

Menambah tugas kecil-kecilan

Contoh dari penerapan metode job enlargement yang pertama yaitu menambahkan tugas kecil.

Contohnya ketika manajer menentukan kombinasi tugas yang tepat untuk meningkatkan kompetensi setiap karyawannya.

Menambahkan tugas kecil dapat membuat karyawan lebih fleksibel dalam mengerjakan segala jenis pekerjaannya. Contohnya, ketika manajer menentukan kombinasi tugas yang tepat untuk meningkatkan kompetensi setiap karyawan.

Menambahkan tugas kecil juga membuat pekerjaan lebih efisien. Misalnya, karyawan yang bekerja di dapur dan bertugas hanya memotong buah dan sayuran. Lalu ia diberikan tugas untuk mengolah bahan-bahan tersebut menjadi masakan siap saji.

Horizontal job enlargement

Selanjutnya yaitu contoh job enlargement masih dalam bidang yang sama.

Job enlargement dalam bidang yang sama untuk melihat peningkatan pekerjaan secara kuantitas, tetapi tingkat posisi dan jenis tugas tetap sama.

Misalnya, sales atau agen asuransi dapat menjual 20 produk asuransi per minggu. Setelah melihat prestasi tersebut, perusahaan memutuskan untuk meningkatkan output sampai dengan 40 produk asuransi per minggu.

Bisa dilihat bahwa kuantitas pekerjaan meningkat, tetapi tingkat posisi dan jenis tugas tetap sama.

Jika karyawan menunjukkan konsistensi pencapaiannya, mereka mungkin memenuhi syarat untuk memperoleh manfaat seperti kenaikan jabatan di masa depan.

Contoh lainnya

Contoh lainnya dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

Misalnya, kita sedang dirawat di rumah sakit terdapat seorang perawat yang biasa kita lihat sedang mengerjakan tugas hariannya, yaitu mengecek infus dan mengambil sampel darah di dalam diri kita.

Namun setelah diterapkannya metode job enlargement, tugas perawat tersebut jadi bertambah, yaitu mengantarkan makanan dan obat kepada kita, serta memberikan sosialisasi kepada keluarga kita terkait perkembangan kondisi kita sebagai pasien.

Penutup

Itulah penjelasan terkait job enlargement yang sudah dijelaskan.

Namun perlu diketahui bahwa penerapan job enlargement oleh perusahaan harus menyesuaikan dengan kompetensi dan kompensasi terhadap karyawan yang ditugaskan.

Hal ini agar kualitas produk dari perusahaan tidak menurun dan dapat memberikan dampak buruk dari kepuasan pelanggan atau calon pelanggan perusahaan tersebut.

Comment