Kompetensi Kepemimpinan 2022 Dan Cara HR Mengembangkannya | | HR NOTE Indonesia

Kompetensi Kepemimpinan 2022 Dan Cara HR Mengembangkannya

Sejak bisnis dihantam disrupsi pandemi 2020 lalu, hampir semua organisasi memikirkan kembali matang-matang peran pemimpin. Mereka sadar bahwa mereka butuh sosok pemimpin yang andal.

Demi memenuhi kebutuhan tersebut, hal paling mendasar yang harus dilakukan HRD adalah memahami aja saja kompetensi yang harus ada di dalam sebuah kepemimpinan.

Dalam hal ini, memahami kompetensi kepemimpinan yang bisa menunjang bisnis saja tidak cukup. Sebagai HRD, Anda juga bisa berkontribusi dalam mengembangkan pemimpin yang bisa memenuhi ekspektasi perusahaan, tentunya dengan kompetensi yang sesuai.

Cek ulasannya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud Dengan Kompetensi Kepemimpinan?

Sebelum kita masuk ke pengertian kompetensi kepemimpinan, mari telaah maknanya satu-satu mulai dari kompetensi.

Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Kompetensi tidak melulu tentang hard skill, tetapi mencakup soft skills, pengetahuan, cara berpikir, hingga kemauan untuk berkembang.

Kompetensi juga secara spesifik digambarkan sebagai sesuatu yang bukan hanya dimiliki semata, tapi juga bisa dikembangkan.

Kepemimpinan adalah kemampuan manajemen perusahaan untuk menetapkan dan mencapai tujuan, mengambil tindakan cepat dan tegas saat diperlukan, mampu mengungguli persaingan, serta menginspirasi orang lain untuk tampil di level tertinggi yang mereka bisa.

Jika kita gabungkan keduanya menjadi kompetensi kepemimpinan, sederhananya istilah itu akan memiliki makna sebagai berikut:

Kompetensi kepemimpinan adalah keterampilan dan perilaku yang dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja terbaik, khususnya dalam ranah organisasi.

Artinya, dalam memilih, membentuk, dan mengembangkan kepemimpinan yang dapat berkontribusi terhadap organisasi, manajemen harus melakukannya berdasarkan pendekatan berbasis kompetensi kepemimpinan yang sesuai.

Kompetensi kepemimpinan pun bukan sesuatu yang stagnan. Kompetensi ini selalu berubah menyesuaikan tuntutan bisnis. Berikut adalah keuntungan yang didapat organisasi dengan memperhatikan kompetensi kepemimpinan:

  • Efisiensi dan produktivitas perusahaan meningkat
  • Menurunkan tingkat turnover
  • Terciptanya hubungan kerja dan lingkungan yang baik
  • Komunikasi tim membaik
  • Mengurangi risiko burnout pada pemimpin

Jadi bisa disimpulkan, sangat penting bagi jajaran pemimpin dan HRD untuk mengetahui perkembangan kompetensi kepemimpinan terbaru.

Kompetensi kepemimpinan juga menyesuaikan dengan tipe kepemimpinan yang ada; mulai dari industri, bisnis, skala perusahaan, budaya perusahaan, dll.

Tipe Kompetensi Kepemimpinan

Terdapat tiga tipe kompetensi kepemimpinan utama yang harus dipahami sebelum mengetahui apa saja kompetensi kepemimpinan yang paling relevan saat ini.

1. Kompetensi Kepemimpinan untuk DIRI SENDIRI

  • Menunjukkan etika dan integritas
  • Menunjukkan motivasi dan tujuan
  • Menunjukkan sikap kepemimpinan
  • Meningkatkan kapasitas diri untuk belajar
  • Mengelola diri sendiri
  • Mengembangkan kemampuan beradaptasi

2. Kompetensi Kepemimpinan untuk MEMIMPIN ORGANISASI

  • Resolusi konflik dan manajemen krisis
  • Manajemen perubahan
  • Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan
  • Berani mengambil risiko dan berinovasi
  • Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bisnis
  • Memahami dan menavigasi organisasi

3. Kompetensi Kepemimpinan untuk MEMIMPIN ORANG LAIN

  • Komunikasi interpersonal dan secara efektif
  • Emotional Intelligence
  • Mampu menanamkan rasa percaya
  • Kemampuan mengembangkan orang lain
  • Kemampuan membangun dan menjaga hubungan
  • Mengelola orang lain (tim atau kelompok kerja) dengan efektif

Kompetensi Kepemimpinan yang Harus Diperhatikan Pada 2022

Goal oriented, kecerdasan emosional, people management, keterampilan komunikasi– semua adalah kompetensi kepemimpinan pada umumnya.

Kompetensi kepemimpinan selalu berubah, karena berkembang mengikuti tuntutan zaman dan kebutuhan bisnis. 

Ini adalah beberapa kompetensi kepemimpinan yang diprediksikan lebih relevan tahun ini:

1. Bertindak dengan empati

Kalau beberapa tahun sebelumnya orang-orang gencar dengan meningkatkan mindset digital, pandemi global membuka mata kita untuk kembali memikirkan rasa manusiawi dalam memimpin.

Dengan memiliki empati, karyawan akan merasakan dukungan dari pemimpinnya dan itu akan sangat menolong kinerja mereka. Lingkungan perusahaan pun otomatis akan menjadi lebih positif.

2. Manajemen krisis

Apakah dengan meredanya pandemi global berarti krisis juga berakhir? Kami rasa tidak, selama kita masih dalam era VUCA

Krisis bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Jadi ketika krisis menyerang, seorang pemimpin diharapkan untuk bisa mengelola krisis tersebut dengan baik. Resiliensi sangat dibutuhkan dalam hal ini.

3. Manajemen perubahan

Manajemen perubahan adalah pendekatan sistematis untuk menghadapi berbagai perubahan organisasi.

Perubahan adalah sesuatu yang pasti, jadi wajar jika kompetensi yang harus dimiliki pemimpin adalah manajemen perubahan. Untuk menghadapinya, pemimpin harus membangun ketangkasan (agility) dalam dirinya.

4. Merangkul perbedaan

Diversity and inclusion telah menjadi topik di kalangan pemimpin dunia. Ini berkaitan dengan dinamika perubahan.

Terkadang, untuk membentuk tim yang kuat, pemimpin harus bisa melihat sejauh apa potensi mereka bisa berkembang hingga akhirnya memberi kontribusi ke perusahaan. 

Ini bukan zaman menilai tenaga kerja dari latar belakangnya, apalagi jika tidak berkaitan dengan kompetensi kerja yang dibutuhkan.

5. People management

Riset dari ILM –City & Guilds Group memperlihatkan 68% dari responden mengatakan bahwa people management adalah salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki pemimpin, dan di saat bersamaan, merupakan skill yang harus ditingkatkan dari mereka.

Banyak aspek yang terdapat pada people management, seperti mentoring, memberi dan menerima feedback, dan manajemen berbasis kinerja.

 

Bagaimana HRD Mendukung Kompetensi Kepemimpinan yang Lebih Baik Di Organisasi?

Banyak organisasi memilih sosok pemimpin tanpa benar-benar menilai apakah mereka memiliki kompetensi yang relevan dengan prospek bisnis dan karakteristik organisasi.

Tidak sedikit pula yang memilih hanya berdasarkan performa kerja tanpa melihat soft skills lainnya.

Ini yang menyebabkan timbulnya masalah dalam manajemen karyawan.

Dalam hal ini, HRD sangat bisa mengembangkan pemimpin dengan kompetensi yang relevan dengan goal organisasi.

Caranya adalah dengan mengidentifikasi kompetensi apa yang dibutuhkan oleh jajaran pemimpin (team leader, manajer, hingga direktur) untuk setidaknya lima tahun ke depan.

Selanjutnya, cek pada paparan berikut ini:

1. Pelatihan pengembangan kepemimpinan

Setelah Anda mengidentifikasi skill dan kompetensi apa yang relevan untuk tujuan bisnis Anda, cocokkan dengan skill gap yang dimiliki pemimpin tersebut.

Tawarkan dan sediakan pelatihan untuk mengisi gap dan memenuhi kompetensi untuk mereka. Akan lebih baik jika HR melakukan ini untuk mempersiapkan posisi manajer.

Dengan kata lain, HR membentuk sebuah sistem untuk mengidentifikasi kompetensi dan pengembangan pemimpin dari sejak rekrutmen selesai dilakukan.

2. Sistem promosi

Sistem promosi sebaiknya memastikan calon pemimpin dipilih berdasarkan faktor seperti skill (technical skills dan soft skills) juga strength point karyawan.

Sistem promosi sendiri sejatinya adalah bagian dari perencanaan suksesi yang bisa dikembangkan oleh HRD juga. Perencanaan suksesi sangat bermanfaat dalam menyiapkan calon pemimpin dengan matang dan singkat.

3. Pendekatan berbasis karyawan

Pendekatan berbasis karyawan maksudnya adalah mengutamakan kepentingan karyawan dalam memberikan ide dan pendapat, juga menghargai setiap pekerjaan karyawan.

HRD perlu memastikan pendekatan ini dipertahankan dalam mengembangkan kepemimpinan. Pendekatan berbasis karyawan juga dimaksudkan untuk mengembangkan interpersonal skills pemimpin dan menciptakan strategi efektif untuk mengelola tim.

4. Pendekatan berbasis kerja tim

Manajemen tidak sekadar mereviu kinerja dan alur kerja. Manajemen, atau kepemimpinan, mencakup memotivasi dan menginspirasi orang lain. Tahukah Anda bahwa itu semua bisa jadi alasan karyawan bertahan?

Untuk membuatnya berhasil, pemimpin membutuhkan dukungan dari organisasi, seperti tools yang efisien dan memadai untuk memperkuat tim mereka.

Atau bisa juga membekali pemimpin dengan berbagai pelatihan mentoring dan/atau coaching.

5. Kolaborasi HR dan manajer

Karena dalam memilih pemimpin dengan kompetensi yang relevan dengan bisnis, maka sudah pasti HR harus berkolaborasi dengan para manajer dan petinggi lain yang berkepentingan.

HRD setidaknya perlu brainstorming dengan manajer secara periodik untuk memastikan tidak ada skill gap yang dapat menghambat pekerjaan.

Dengan mengorelasi kebutuhan tersebut dengan strategi bisnis, organisasi akan mendapatkan (dan mengembangkan) sosok pemimpin ideal.

Penutup

Untuk menyimpulkannya, sangatlah krusial bagi sebuah organisasi untuk dapat memahami kompetensi kepemimpinan yang paling relevan dengan kebutuhan strategi bisnis saat ini dan masa depan.

Kepemimpinan lebih daripada sekadar technical skills atau lamanya jam terbang. Dibutuhkan kemampuan komunikasi, persuasi, EQ, people management, hingga manajemen krisis yang baik. Tidak ketinggalan, ketangkasan dan resiliensi yang tinggi.

HRD bisa memilih pemimpin baru atau mengembangkan workforce yang ada untuk menjadi pemimpin yang dapat mendukung pertumbuhan perusahaan.

Comment