Nutrifood Terapkan Holistic Employee Wellbeing Saat Pandemi | | HR NOTE Indonesia

Nutrifood Terapkan Holistic Employee Wellbeing Saat Pandemi

Pandemi covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, melainkan berpengaruh juga terhadap seluruh aspek kehidupan. Karena adanya pembatasan kegiatan (sekolah, bekerja, dan berkerumun) yang berimbas pada perlambatan ekonomi. Di dunia usaha, hal tersebut harus segera ditangani.

Nutrifood Indonesia, sebuah perusahaan makanan dan minuman kesehatan yang didirikan pada Februari 1979, merespon efek pandemi terhadap kesejahteraan karyawan.

Di sela waktu kerja, Veronica Shinta sebagai Head of HR Division PT Nutrifood Indonesia berbagi informasi seputar strategi HR kepada HR Note pada Senin (07/06/2021) melalui surel.

Strategi Nutrifood Saat Pandemi

Foto: dokumen Nutrifood Indonesia

Kami menyadari pandemi covid-19 menyebabkan terjadinya perubahan pada berbagai aspek kehidupan karyawan. Tidak hanya aspek kesehatan fisik yang secara langsung terdampak, melainkan juga aspek kesehatan jiwa atau psikologis karyawan.

Awal pandemi, tim HR melakukan survei kepada para karyawan dengan level tertentu. Salah satu temuan kami adalah pandemi yang berdampak terhadap wellbeing karyawan.

Di masa pandemi, Nutrifood memberlakukan beberapa tipe moda kerja, yaitu work from home (WFH) atau work from everywhere (WFE) dan work from office (WFO). Bagi pekerjaan yang bisa dilakukan di luar kantor, perusahaan memberikan fleksibilitas untuk WFH atau WFE. Namun untuk pekerjaan yang memang harus dilakukan di kantor, karyawan harus WFO.

Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, sehingga lingkungan kerja tetap sehat, aman, dan nyaman.

Dalam survei tersebut, salah satu temuan tim HR adalah tantangan yang dihadapi oleh karyawan pada saat mereka menjalankan moda kerja work from home.  Salah satunya adalah karyawan perempuan yang memiliki anak usia dini serta karyawan lajang.

Tantangannya, karyawan perempuan dengan anak usia dini harus membagi waktu secara efektif antara bekerja dengan membimbing home learning si kecil. Sedangkan karyawan lajang yang tinggal jauh dari keluarga adalah memiliki keterbatasan untuk berinteraksi secara langsung di kantor maupun berkumpul dengan teman.

Itu adalah salah satu contoh saja dari dampak pandemi, masih ada contoh-contoh lain.

Secara overall, Nutrifood menyadari bahwa kondisi pandemi mau tidak mau akan berdampak ke kondisi fisik maupun psikologis karyawan.

Nutrifood Menerapkan Holistic Employee Wellbeing

Foto: dokumen Nutrifood Indonesia

Berangkat dari tantangan tersebut serta keyakinan akan pentingnya peran employee wellbeing di dalam organisasi utamanya dalam konteks pandemi, kami menerapkan pendekatan baru berupa holistic employee wellbeing. Nutrifood memformulasikan Nutrifood Holistic Wellbeing (NHWB), sebuah framework untuk melihat konteks employee wellbeing secara lebih komprehensif.

Kami percaya employee wellbeing merupakan salah satu kunci terhadap engagement dan pencapaian organisasi.

NHWB tak hanya menumbuhkan engagement terhadap pekerjaan. Namun juga rekan kerja, atasan, dan perusahaan.

NHWB memiliki empat pilar yang kami sasar, yakni physical wellbeing, inner wellbeing, social wellbeing, dan financial wellbeing.

Kami merancang program dan kegiatan berdasaran pilar tersebut, yaitu:

Physical wellbeing

Salah satu contohnya, pilar ini mendorong karyawan maupun keluarganya untuk mengikuti serangkaian kelas olahraga yang kami namakan dengan NutriFunClass. Mulai dari zumba, bootcamp, body combat, yogalates, hingga body pump.

Kelas seluruhnya diadakan online, sehingga lebih fleksibel dan tetap aman.

Selain kelas olahraga, edukasi untuk selalu hidup sehat maupun penyediaan makan siang dengan menu sehat dan bebas gorengan bagi karyawan WFO juga terus kami lakukan.

Inner wellbeing

Kami memberikan edukasi seputar topik mengenal diri sendiri. Misalnya, mengupas soal mengenal dan menerima diri sendiri, memahami bahwa semuanya berawal dari diri sendiri untuk dapat memberikan dampak ke orang lain atau anggota tim, melihat ulang tujuan diri dengan benar, serta bagaimana menyelaraskan tujuan pribadi dengan tim dan organisasi.

Social wellbeing

Salah satu contohnya, di sepanjang Maret lalu, kami mengadakan serangkaian kegiatan bertema Happiness Month.

Ada bincang dengan tim konselor Nutrifood dengan topik ‘Lockdown Relationships’, webinar ‘Tetap Berdampak di Masa Pandemi Lewat Komunitas’, sharing di media sosial terkait ‘Stronger Together with Friends’, dan sharing cerita pertemanan sesama karyawan Nutrifood, saling menguatkan di masa pandemi.

Ada juga tantangan happiness action untuk menumbuhsuburkan social wellbeing. Contohnya melakukan hal-hal simpel mulai mendekatkan diri dengan alam, membuat list hal baru yang mau dicoba bulan itu, lebih mindful terhadap lingkungan sekitar, sampai dengan mengirimkan ucapan terima kasih pada teman.

Financial wellbeing

Perusahaan mengadakan bincang-bincang seputar tips pengelolaan keuangan sampai dengan financial planning kepada karyawan.

Nutrifood Leaders Guide

Selain aspek employee wellbeing, kami menyadari bahwa para leaders di Nutrifood memegang peranan yang penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif. 

Peran ini menjadi semakin krusial di masa pandemi, nature kerja saat ini mengalami perubahan. Kerja menjadi semakin fleksibel dari sisi lokasi dan juga sisi waktu.

Sebagai leaders, pastinya ingin anggota tim tetap selalu aman secara fisik, mental, tetap produktif, dan bekerja dengan senang di Nutrifood.

Oleh karenanya, tim HR memperlengkapi para leaders dengan Nutrifood Leaders Guide dengan Panduan ABC (Ask Feeling, Be Tolerant & Connected Always).

Panduan ABC

Kami percaya bahwa karyawan dengan motivasi internal yang baik akan memberikan kontribusi yang terbaik bagi organisasi. Kepercayaan kami ini merupakan salah satu hal yang melandasi berbagai practice pengelolaan karyawan di Nutrifood, baik pada masa sebelum pandemi maupun saat pandemi.

Jadi meskipun sebagian karyawan tidak bekerja di kantor, mereka bisa dipercaya untuk melakukan pekerjaannya dengan sama baiknya ketika di rumah atau di tempat lain.

Hal itu tak lepas dari peran para leader dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan pengelolaan tim dengan baik. Sehingga bila masalah muncul dapat ditangani lebih cepat.

Sebagai contoh, ada anggota tim yang mungkin akan lebih bersemangat ketika bekerja bersama dengan rekan-rekannya. Ketika ia full WFH, muncul masalah dalam menjalankan pekerjaan.

Salah satu cara yang kami lakukan adalah mengatur supaya ia dapat melakukan pekerjaannya at least satu atau dua kali dalam seminggu. Jika ada masalah personal yang dihadapi, kami mempunyai tim konselor yang siap mendampingi.

Dukungan teknologi

Selain itu, ketersediaan teknologi yang memadai juga memegang peranan penting. Karena media komunikasi yang dilandasi dengan infrastruktur teknologi yang kuat membantu perusahaan dalam koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi.

Tim IT dan Digital kami memastikan ketersediaan perangkat kerja serta teknologi yang mumpuni untuk WFH maupun WFE. Termasuk memberikan beragam jalur komunikasi dan optimasi enterprise social network.

Media komunikasi di tempat kami sangat beragam, dari mulai formal maupun informal. Hubungan antara atasan dan bawahan di Nutrifood umumnya cukup dekat dan lebih tidak berjarak.

Media seperti sarasehan, coffee morning, maupun gathering meskipun saat pandemi disesuaikan menjadi online, cukup membantu sehingga tidak terjadi masalah komunikasi yang berarti.

Tidak Menganut Penilaian Kinerja Individual

Foto: dokumen Nutrifood Indonesia

Nutrifood tidak menganut sistem penilaian kinerja individual. Namun kami tetap mengelola pencapaian obyektif kerja melalui sistem pengelolaan strategi yang diterapkan, yakni strategy planning, formulation, and review.

Review terhadap pencapaian organisasi, divisi, maupun departemen dilakukan secara berkala. Yang berbeda saat pandemi adalah media komunikasinya.

Bila sebelumnya dilakukan dengan tatap muka langsung. Sekarang dilakukan secara online. Overall, tidak ada masalah yang berarti di kami.

Bila ada problem di karyawan, kita mesti melihat lebih dalam root cause-nya sebelum menentukan learning atau improvement action-nya.

Apakah problemnya terletak di karyawan atau aspek lain, misalnya prosedur kerja, alat kerja, dan sebagainya. Kemudian akan digali lagi letak problem-nya di mana dan faktor penyebabnya.

Secara umum, dialog terbuka (feedback) akan dilakukan antara leaders dan anggota timnya, learning atau improvement action disepakati bersama dan di-review secara berkala.

Learning atau improvement action bervariasi. Mulai dari coaching, mentoring, learning, dan masih banyak lagi. Hal tersebut akan diberikan kepada karyawan setelah berdasarkan kebutuhannya. Karena masing-masing karyawan memiliki masalah berbeda.

Kami memahami bahwa manusia itu unik dan selalu melakukan pendekatan bersifat humanis.

Penutup

Selain employee wellbeing, Nutrifood mendukung karyawan yang ingin belajar dan berbagi. Baik yang sifatnya teknikal maupun nonteknikal.

Tim HR memfasilitasi media development yang beragam. Dari sisi karyawan, mereka proaktif dalam melakukan individual maupun group learning yang sifatnya organik serta muncul dari inisiatif karyawan.

Contohnya learning forum yang tersebar di berbagai divisi atau departemen, kelas-kelas eksplorasi untuk knowledge terkini seperti data science, cross knowledge, skill sharing di enterprise social network, dan banyak sekali bentuknya.

Self-learning, stay curious, mau ngulik, dan selalu punya semangat continuous learning adalah spirit yang selalu kami kedepankan untuk karyawan. Semua yang relevan dan dibutuhkan, baik untuk saat ini maupun eksplorasi ke depan, kami kupas dan pelajari.

Comment