Bekerja dengan Orang Jepang: Kurangnya Komunikasi

Pendapat orang Indonesia yang bekerja dengan orang Jepang tentang ‘komunikasi saat bekerja’

Ketika bekerja di Indonesia atau pun bekerja di negara lain, sangat penting untuk saling memahami dan membangun hubungan manusia yang lancar agar seluruh tim mencapai hasil. Meskipun cukup mudah untuk membangun hubungan dengan orang Indonesia, perbedaan budaya dapat menjadi batu rintangan yang kerap harus dilalui.

Kali ini, sebagai salah satu keberagaman bekerja dengan orang asing, kami meminta Ms. C, seorang wanita berusia 20-an yang bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan Jepang di Indonesia, untuk memberi kami kisah yang jujur tentang pengalamannya bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia.

catatan: kami harap pembaca melihat ini hanya sebagai sebuah opini dan dapat dijadikan referensi.

Miss Chairunisa, usia 20-an, Wanita

Saat SMA, beliau dapat kesempatan untuk belajar di Jepang untuk jangka pendek, yang menuntunnya untuk masuk ke universitas di Jepang setelah lulus SMA. Setelah menamatkan pendidikan tingginya, ia kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan Jepang lokal. Saat ini ia bertanggung jawab terhadap penjualan dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orang Jepang.

Waktu untuk Keluarga adalah Penting

Apa kesan Anda tentang Jepang saat pertama kali datang ke Jepang?

Ketika saya masih seorang mahasiswa, saya merasa ada ‘dinding penghalang’ antara orang asing dengan orang Jepang. Tentu saja, itu tergantung pada orangnya, tetapi saya berpikir bahwa mereka memiliki perasaan berbeda, terlebih terhadap orang-orang dari Asia Tenggara.

Sebagai contoh, saya mendapat kesan bahwa cara orang-orang dari Barat dan Asia Tenggara diperlakukan sedikit berbeda satu sama lain.

 

Wow, apakah Anda memiliki pengalaman serupa di luar sekolah?

Saya bekerja sebagai pekerja paruh waktu di restoran yakiniku, dan salah satu pelanggan meminta saya untuk memanggil pelayan orang Jepang. Saya tidak berpikir itu seperti itu untuk semua orang Jepang, mungkin dia hanya tidak ingin dilayani oleh staff orang asing.

Tapi melihat kembali masa itu, memang kemampuan bahasa saya masih kurang, namun melakukan pekerjaannya masih terbilang seru. Manajer di sana pun mengerti bahwa kami orang asing, jadi meski terkendala di bahasa, cukup mudah untuk bekerja di sana.

 

Apakah Anda kembali ke Indonesia setelah lulus dari universitas?

Saya kembali ke Indonesia setelah lulus. Sejujurnya, saya sedikit bosan dengan Jepang, hahaha!

Saya juga memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena orang tua saya ingin saya kembali. 

 

Apakah Anda berpikir bahwa waktu bersama keluarga Anda adalah hal yang paling penting?

Waktu keluarga sangat penting di Indonesia. Saya tidak berpikir ada banyak orang yang bekerja untuk perusahaan Jepang setelah lulus dari universitas Jepang. Di sekitar saya pribadi, sekitar 90% orang Indonesia kembali ke Indonesia setelah lulus dari universitas Jepang.

Beberapa dari mereka tinggal di Jepang, tetapi setelah sekitar dua tahun, mereka mengeluh bahwa mereka ingin pulang.

Keluhkan Soal Komunikasi saat Bekerja di Perusahaan Jepang Lokal

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bekerja untuk perusahaan Jepang?

Alasan saya ingin bekerja di perusahaan Jepang adalah karena saya dapat berbicara bahasa Jepang. Sekarang saya sudah fasih berbahasa Jepang, saya ingin lebih mengembangkan keterampilan bahasa Jepang saya. Karena jika tidak dipakai, pasti lupa.

Kenapa Anda ingin berbicara bahasa Jepang sepanjang waktu?

Itu karena saya suka bahasa Jepang. Jepang terdengar keren bagi orang Indonesia.

Ada banyak orang Indonesia yang bisa berbahasa Inggris, tetapi tidak sebanding dengan beberapa yang bisa berbahasa Jepang, jadi itu hal yang istimewa untuk saya. 

Apakah Anda masih menggunakan bahasa Jepang dalam pekerjaan Anda?

Ada tujuh orang Jepang di perusahaan, jadi kami menggunakannya untuk berkomunikasi dengan mereka di perusahaan. Saat ini, kami memiliki lebih banyak pelanggan dari Indonesia dan negara lain, jadi kami lebih sering menggunakan bahasa Inggris daripada Jepang.

Apa harapan Anda sebelum bergabung dengan perusahaan Jepang?

Saya pikir Jepang adalah negara yang terencana dengan baik, terutama ketika mengerjakan proyek. Saya berpikir bahwa dengan mengalami lingkungan seperti itu, saya akan dapat belajar bagaimana bekerja dengan cara yang terencana dan, sebagai hasilnya, mempercepat pekerjaan saya.

Juga, di perusahaan Jepang, ketika ada masalah, mereka mengejar penyebab masalah secara mendalam sebelum menghadapinya. Tapi saya pikir di Indonesia, malah sebaliknya ya. Kita biasanya menghadapinya dengan setengah hati, hahaha.

Persepsi ini tergantung pada perusahaan, tetapi itulah kesan yang saya miliki sebelum saya bergabung.

Apakah itu memenuhi harapan Anda ketika Anda benar-benar bergabung dengan perusahaan?

Perencanaan pekerjaan dan aspek lain dari pekerjaan adalah apa yang saya harapkan. Sangat menyenangkan melihat banyak dari mereka memiliki proses kerja yang terencana dengan baik, tetapi yang saya rasakan kurang adalah komunikasi internal.

Komunikasi internal? Bisa diceritakan lebih spesifik?

Sekarang saya bekerja sama dengan Jepang dan Indonesia, tetapi kadang-kadang orang Jepang berbicara dengan orang Jepang lainnya, atau orang Indonesia juga bicara dengan orang Indonesia, sehingga saya merasa bahwa orang Jepang dan Indonesia tidak bertukar informasi dengan baik. Kadang hal tersebut membuat saya merasa sulit untuk bekerja.

Juga, karena orang Jepang memiliki hak untuk membuat semua keputusan dalam organisasi dan orang Jepang berbicara dan memutuskan hal-hal di antara mereka sendiri, kadang-kadang mereka tidak membagikan hasilnya ke staf Indonesia.

Saya pikir pertukaran informasi terkecil pun sangat penting untuk kelancaran operasi pekerjaan.

frekuensi pertukaran informasi satu sama lain sedikit

Di sisi lain, yang saya sukai dari perusahaan kami adalah kami mengadakan rapat setiap pagi selama 5 hingga 10 menit. Di situlah kami berbagi perasaan kami tentang pekerjaan kami dan masalah yang kami hadapi.

Saya pikir sangat penting untuk memiliki waktu seperti itu setiap pagi, bahkan jika itu hanya 10 menit, karena ketika Anda memiliki kesempatan semacam itu untuk berkomunikasi, Anda dapat memahami situasi kerja Anda sendiri, dan Anda dapat memahami apa yang dilakukan orang lain.

Itu hal yang bagus untuk memiliki 10 menit untuk berbagi ide satu sama lain

Tetapi, orang Jepang tidak membicarakan perasaan mereka yang sebenarnya. 

Misalnya, jika ada sesuatu yang mereka ingin Anda lakukan untuk mereka di tempat kerja, Anda bisa mengatakannya, tetapi orang Jepang sangat menghormati orang lain, sehingga sulit bagi mereka untuk mengatakannya dengan jelas.

tidak memberikan feedback langsung
Saya juga penasaran,  apakah tidak menyakitkan untuk berterus terang?

Saya pikir lebih baik berterus terang ketika bekerja. 

Saya berharap saya memiliki kesempatan untuk berkomunikasi di luar pekerjaan.

Apakah ada hal lain yang menurut Anda “aneh” di sini?

Orang Jepang sangat cepat dalam menanggapi pelanggan, bukan? Tetapi cara mereka menanggapi pelanggan adalah mereka berkata, “Ya. Saya mengerti. Saya akan melakukannya.” Tetapi mereka bilang seperti itu tanpa menanyakan apa yang ingin Anda lakukan. Tentu saja itu adalah hal yang baik bagi orang Jepang untuk mengabdi kepada pelanggan mereka.

Sebaliknya, orang Indonesia selalu mengatakan “Saya tidak ingin melakukannya” atau “Saya tidak bisa melakukannya” segera. Kita selalu bisa menolak, hahaha. Saya pikir ada sangat sedikit orang Jepang yang mengatakan “Saya tidak bisa melakukannya” dari awal.

Orang Jepang mengatakan “Saya akan segera melakukannya”, meskipun mereka belum mengonfirmasi permintaan tersebut.
Oke, saya mengerti. Adakah yang Anda dengar dari teman-teman Anda yang bekerja di perusahaan Indonesia lain yang menurut Anda berbeda dari yang sudah Anda berikan?

Teman saya yang bekerja di perusahaan Indonesia mengatakan kepada saya bahwa apa suasana kerjanya berbeda dari pengalamannya. Pada dasarnya, perusahaan Jepang itu suasana kerjanya hening. Sedangkan perusahaan Indonesia lebih ramai dan karyawannya senang berbagi snacks dan makan bahkan ketika mereka sedang bekerja, hahaha!

Akhirnya, adakah yang ingin Anda lakukan agar saling memudahkan untuk bekerja?

Rekan kerja Indonesia seperti teman bahkan keluarga satu sama lain, jadi jika seseorang dalam masalah, tentu saja mereka akan segera membantu.

Di lain sisi, orang Jepang merasa seperti memberi ‘perintah’ kepada Anda saat mereka mempercayakan sebuah pekerjaan kepada Anda. Sedangkan orang Indonesia meninggalkan pekerjaan satu sama lain seperti meminta bantuan teman.

Mereka tidak menggunakan nada perintah tetapi meminta Anda untuk melakukan sesuatu. Sehingga Anda pasti tergerak untuk membantu. 

Jika Anda meminta bantuan, staf Indonesia akan dengan senang hati membantu Anda. Saya yakin Anda akan mendapatkannya.

Saya lebih tergerak untuk membantu oleh nada ‘minta tolong’ daripada ‘perintah’

Penutup

Perbedaan budaya, cara pikir, bahasa, memang merupakan hal-hal yang sulit dimengerti satu sama lain, apalagi disatukan. Namun, mengingat konteksnya adalah pekerjaan dan organisasi, dimana kita berkumpul demi mencapai goal bersama, alangkah baiknya baik orang lokal maupun orang asing mulai belajar saling memahami budaya yang ada.

Keberagaman akan menjadi senjata pamungkas jika dapat diasah dengan baik.

Kami harap artikel ini berguna untuk memberikan pengertian di lingkungan pekerjaan Anda.