ALAMI: Penerapan Empat Hari Kerja Dukung Work-Life Balance | | HR NOTE Indonesia

ALAMI: Penerapan Empat Hari Kerja Dukung Work-Life Balance

Perusahaan teknologi keuangan (financial technology atau fintech) terkenal budaya kerja dinamis dan memberikan kebebasan kepada karyawannya. 

Dalam hal membangun dan mengelola aplikasi, perusahaan mendorong karyawannya untuk memberikan jasa terbaik bagi pelanggan. Hal itu terlihat dari sisi kemampuan teknologi, keamanan data, layanan pelanggan, hingga kepatuhan perusahaan terhadap peraturan pemerintah.

Namun lingkungan kerja di perusahaan tersebut memiliki tekanan tinggi. Jamak bila banyak karyawan harus bekerja lebih lama (lebih dari delapan jam) dan terjebak budaya hustle culture. Alhasil lima hari kerja pun terasa kurang.

ALAMI tidak demikian. Perusahaan fintech peer-to-peer (p2p) lending syariah yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berani menerapkan empat hari kerja.

Perusahaan justru mempraktikkan work-life balance bagi squad —sebutan perusahaan bagi karyawannya– yang hampir tidak mungkin diterapkan oleh fintech. Tim People and Culture berperan penting dalam menerapkan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi.

Untuk mengetahui budaya kerja ALAMI, Chief Culture Officer ALAMI Amrullah Tahad menceritakan hal tersebut kepada HRNote, Senin (27/012/2021).

Empat Hari Kerja Dukung Employee Wellbeing

Di ALAMI Group, kami berupaya terbaik untuk memastikan setiap squad bisa belajar dan bertumbuh menemukan versi terbaik dari potensinya.

Sejalan dengan ikhtiar tersebut, ALAMI meluncurkan tema besar yakni #ALAMISisiTerbaikmu. Hal tersebut bermakna bahwa squad ALAMI dapat menjalani versi terbaik dalam setiap peran dalam kehidupan mereka.

Maka kami mempunyai empat hari kerja atau dikenal dengan #Bye5. Ini menjadi salah satu agenda untuk squad agar bisa menyelaraskan kehidupan personal dan profesional.

Kami menjalankan #Bye5 yang bertujuan untuk:

  • Memberikan waktu ibadah yang cukup terutama pada Jumat yang merupakan hari mulia bagi umat Muslim.
  • Memberikan waktu lebih banyak bagi squad bersama orang tua dan keluarga terdekat.
  • Memberikan waktu kepada squad untuk pause and reflect, sehingga mereka dapat belajar dan bersilaturahmi dengan sahabat termasuk melakukan kegiatan sosial bermanfaat lainnya. Dengan demikian mereka memiliki keseimbangan antara kehidupan personal  (termasuk ibadah dan keluarga) dan profesional.

Harvard Business Review mengulas bahwa waktu kerja lebih pendek dapat meningkatkan produktivitas kerja. Jadi ALAMI mencoba untuk mengimplementasikan empat hari kerja dalam rangka meningkatkan employee wellbeing. Kami berharap squad bisa mengoptimalkan kinerjanya berdasarkan peran masing-masing.

Meski menganut empat hari kerja, kami tetap memperbolehkan squad untuk mengajukan cuti sesuai keperluannya. Misalnya, squad perempuan boleh istirahat ketika datang bulan maupun cuti hamil. Sedangkan squad laki-laki dapat mengajukan cuti sesuai ketentuan.

Mekanisme dan Kegiatan Kerja 

Hari kerja di ALAMI berlangsung Senin hingga Kamis dengan jam kerja sesuai ketentuan. Delapan jam kerja dan satu jam istirahat. Namun untuk urusan pekerjaan, kami lebih fokus ke proses dan hasil dibandingkan memperhatikan jam kerja.

Kegiatan sehari-hari kami meliputi:

  • Doa setiap pagi dan sore, masing-masing pukul 08.30 dan 17.30.
  • Kegiatan 4T (tahsin, tadarus, tafsir, dan tahfidz) untuk memfasilitasi squad belajar Al-Quran.
  • Tahsin setiap pagi pada Senin dan Rabu. 
  • Tadarus setiap pagi pada Selasa & Kamis. 
  • Tafsir setiap sore pada Senin.
  • Tahfidz setiap sore pada Selasa sampai Kamis.
  • Khaf brother and sister pada hari jumat.
  • Memfasilitasi sharing session setiap Kamis sore atau Jumat pagi dengan mengundang narasumber dari ALAMI maupun pihak lain.

Sharing session yang kami jalankan bisa berbagai tema, ada yang berhubungan dengan pekerjaan dan ada juga kajian keagamaan. Kami pernah mengadakan sesi bersama Rene Suhardono bertema Why Work?, Ustaz Faris Bq membicarakan sesi The Concept, Barakah Culture vs Hustle Culture dari Productive Muslim, Seven Core Values of ALAMI dari ALAMI Culture Champion, dan masih banyak lagi.

Kami tidak ingin mengeksploitasi waktu squad. Lagi-lagi, kami ingin mendukung mereka untuk menjadi versi terbaik dalam kehidupannya. 

Dampak Positif Empat Hari Kerja

Sejak mengimplementasikan empat hari kerja pada Oktober 2021, business result perusahaan telah mencapai 187 persen atau lebih tinggi dibandingkan sebelum implementasi #Bye5.

Talent attractiveness, dalam hal jumlah pelamar, meningkat lebih dari 650% persen dan wellbeing index rate dari angka 1 sampai dengan 6, kami berada di angka 4.8.

Fokus penerapan #Bye5 dan beberapa inisiatif lainnya adalah bagian dari People Management yang lebih humanis dan bagian dari Barakah Culture yang menjadi fondasi pertumbuhan ALAMI Group.

Selain itu, perusahaan juga menginisiasi #GrowEverywhere yang dapat bekerja remote dari mana saja serta Birrulwalidain Allowance. 

Birrulwalidain Allowance merupakan allowance untuk seluruh squad yang dapat mereka berikan kepada orang tua. Ini termasuk inisiatif untuk mengaktivasi nilai-nilai bekerja, mendorong lebih self-directed, dan memberi manfaat yang lebih luas untuk keluarga dan masyarakat.

Birrulwalidain Allowance wajib disampaikan kepada orang tua masing-masing. Kenapa? Karena allowance ini sebagai wujud ucapan terima kasih perusahaan kepada orang tua yang telah mengijinkan putra-putri mereka berkarya untuk umat melalui ALAMI.

Menjadi Organisasi yang Percaya Kepada Squad

Mengenai self-directed, we trust our employees to do the best like they’re all the owners of ALAMI.

Menurut kami, tidak ada yang lebih efektif dibanding membangun trust di setiap level organisasi. Karena trust akan mengembangkan komunikasi yang lebih terbuka dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. 

Kepercayaan akan membangun people empowerment, sehingga semua talent terbaik dapat mengekspresikan potensi terbaiknya. Kami percaya bahwa dengan membantu squad memupuk intention yang kokoh, berarti membangun congruency secara utuh, sehingga squad akan:

  • Mengalami niat yang terarah.
  • Pikiran yang damai.
  • Hati yang gembira.
  • Tubuh yang sehat.
  • Ekspresi yang maksimal.
  • Perilaku dan hasil yang prima.

Di sisi lain, lingkungan kerjanya mendukung pertumbuhan squad untuk menjadi profesional dan pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Secara profesional, squad wajib memenuhi OKR personal dan tim yang telah ditetapkan. Kami memiliki pengukuran rutin atas aktivitas, proses dan hasil kerja melalui reviu mingguan, bulanan, dan triwulanan.

Secara spiritual, mereka wajib memupuk intention dan mengucap Bismillah dengan tulus dan meniatkan bahwa pekerjaan di sini  adalah ikhtiar mencari rida Allah.

Dengan demikian, squad memandang karir di ALAMI Group sebagai kombinasi antara working-worshiping life. Perspektif ini mendorong mereka untuk lebih bertanggung jawab atas kinerja yang diharapkan dan lebih mindful terhadap waktu dan ritme kerja.

Tim People and Culture Menjadi Partner Pertumbuhan Squad

Upaya yang kami disampaikan sebelumnya tak lepas dari campur tangan tim People and Culture (PAC). Tim PAC adalah role model dan guardian of the culture

Dalam praktiknya, tim PAC menjadi partner pertumbuhan squad. Tim akan melakukan beberapa hal, seperti mengidentifikasi apa yang menjadi tujuan karir ideal dari setiap squad serta menyurvei tentang supporting system yang mereka butuhkan dan lingkungan kerja yang bisa memaksimalkan pertumbuhan mereka.

Dari semua survei dan analisis, maka lahirlah inisiatif program:

  • #4T.
  • #Bye5.
  • #GrowEverywwhere.
  • #BirrulWalidainAllowance.
  • #GajianKapanAja dan lainnya.

Budaya ALAMI 

7 Core Values:

  1. Sharia-first
  2. Bold mission
  3. Receptive to feedback
  4. Best idea win
  5. Customer Obsessed
  6. Think & act like an owner
  7. Strive to excellence

Sebagai guardian budaya perusahaan, tim PAC bertugas secara transparan dalam menginternalisasi tujuh core values. Internalisasi tersebut memprioritaskan leadership team dan prosesnya itu dimulai dari:

  1. Penyusunan indikator perilaku yang mudah dipahami oleh squad.
  2. Membuat peran leadership team sebagai role model.
  3. Pemilihan prototipe culture champion.
  4. Mengintegrasikan core values dalam keseluruhan proses people and culture.
  5. Melakukan recognition yang sesuai agar memberikan pesan yang konsisten, sehingga bahwa fondasi budaya kokoh merupakan prioritas organisasi untuk bertumbuh agresif dan sustainable.

Pada dasarnya, seven core values ALAMI ini guiding principles yang menjadi dasar-dasar perilaku dan pengambilan keputusan. Core values juga terhubung dengan semua proses people management, mulai people acquisition, development, reward, dan retention.

Namun ketika terdapat squad mengalami permasalahan kinerja, tim PAC selalu menyiapkan one-on-one session. Tujuannya untuk menelusuri apa yang menjadi penyebab masalah kinerja. Kami akan membantu agar mereka mampu menyelesaikannya.

Kami percaya bahwa result (kinerja) didorong oleh behavior yang muncul karena dorongan situasi yang tidak tampak, seperti cara berpikir, perasaan, dan kemungkinan dipengaruhi oleh intention.

Sedangkan untuk fresh graduate, ALAMI memiliki buddy yang siap membantu squad baru serta program mentoring dan coaching untuk membantu squad tumbuh di setiap level sesuai potensinya.

Comment