5 Tren HR Tech yang Diprediksi Digunakan Sepanjang 2023 | | HR NOTE Indonesia

5 Tren HR Tech yang Diprediksi Digunakan Sepanjang 2023

tren hrtech

Istilah HR Tech lahir dari gabungan kata “Human Resource (HR)” dan “Technology (Teknologi)” yang berarti kerja sama teknologi di bidang sumber daya manusia.

Di era teknologi yang terhubung seperti saat ini, karyawan telah menjadi bagian integral dari proses bisnis. Perspektif karyawan jadi fokus utama dalam mengimplementasikan perubahan dan kebutuhan akan pekerjaan HR yang sistematis.

Departemen HR bisa dengan baik beradaptasi dengan teknologi dan mengintegrasikan ke dalam strategi untuk mendorong keunggulan operasional.

Selain itu, teknologi baru bisa merampingkan fungsi HR, mulai dari merekrut karyawan baru yang tepat hingga melatih dan mempertahankannya.

Seluruh transformasi ini adalah tentang menyelaraskan teknologi dan proses dengan misi dan tujuan perusahaan. HR Tech akan berguna agar manajemen HR di perusahaan menjadi yang terdepan dan dapat membuat keputusan yang jelas.

HR Tech: Masa Depan Teknologi Dalam Human Resources

Setelah wabah COVID-19, ada banyak teknologi baru seperti AI, ML, dan otomatisasi yang berdampak besar pada cara kerja karyawan di perusahaan.

Disrupsi selama tiga tahun terakhir membuka jalan bagi banyaknya inovasi bagi para HR memanfaatkan teknologi untuk membantu meningkatkan keterlibatan karyawan, mempertahankan bakat, dan meningkatkan produktivitas.

Apalagi munculnya model kerja hybrid, praktik manajemen SDM mulai memanfaatkan teknologi. Tentunya hal ini dilakukan untuk menjalankan bisnis yang efisien dan menciptakan lingkungan kerja kolaboratif, produktif, dan menarik.

Ada beberapa alat inovasi generasi mendatang yang telah mampu merampingkan proses dan memberikan manfaat yang berbeda untuk berbagai aspek HR, yaitu:

  • Kecerdasan buatan (AI): AI bagi HRD bisa berfungsi untuk melacak metrik utama, mendapatkan informasi detail mulai dari orientasi karyawan hingga masa pensiun.
  • Asisten HR virtual: chatbot atau asisten virtual memiliki dampak yang luar biasa, terlebih dalam sistem rekrutmen. Mereka bisa menjadwalkan wawancara hingga memberikan jawaban dengan cepat. Chatbot menghemat jam kerja manual para HR sehingga seluruh proses rekrutmen menjadi sistem otomatis.
  • Aplikasi blockchain: teknologi ini membantu mengenkripsi data dan mengotomatiskan proses. Dari membuat kontrak hingga memungkinkan penggajian. Bahkan teknologi ini memungkinkan vendor untuk mengenkripsi data karyawan.

Dengan adanya HR Tech, fungsi kantor jadi berubah secara signifikan. Apalagi teknologi mendasari semua proses dan komunikasi manusia.

Perubahan yang cepat ini membuat praktik HR tradisional menjadi terlihat ‘jadul’. Teknologi yang canggih ini juga menyajikan lingkungan kerja yang kolaboratif dan terbukti memberikan dampak yang signifikan bagi karyawan.

Berpindah dari kantor ke rumah, membuat lingkungan hybrid jadi tantangan yang cukup berat. Namun, dengan adanya pengenalan Metaverse akan mengubah pengalaman menjadi alat yang sempurna untuk kolaborasi yang efisien.

Peluang remote work yang meningkat dan digitalisasi yang cepat membuat perusahaan harus mengadopsi alat baru yang mendukung keragaman, inklusi, dan keterlibatan dengan cepat.

Selain itu, teknologi yang tepat dapat membantu mendorong inisiatif dan mengukur kesuksesan secara efektif dengan menganalisis dan melacak kemajuan.

Teknologi terbaru ini adalah sebuah peluang untuk menjembatani kesenjangan antara kantor fisik dan virtual.

Dampak teknologi terhadap HR akan memainkan peran penting untuk masa depan. Industri HR akan menyaksikan teknologi yang menjembatani kesenjangan antara pemberi kerja dengan karyawan, menyelaraskan tenaga kerja, dan memungkinkan ketangguhan dan ketahanan.

Untuk menciptakan tempat kerja yang kolaboratis, kerangka kerja inovatif, model berbasis data, dan adaptasi terhadap teknologi terbaru dapat mendorong pengalaman karyawan yang menarik dan progresif.

Apakah Harus Berinvestasi HR Tech Di 2023?

Mengingat kondisi ekonomi yang akan dihadapi semua orang pada 2023, bisnis dunia bersiap menghadapi kenyataan yang berbeda.

Menurut laporan Capterra, meningkatkan produktivitas akan menjadi fokus bisnis utama bagi banyak pengusaha di tahun 2023.

Menurut Tessa Anaya, seorang konten analisis dari perusahaan induk Capterra yaitu Gartner mengatakan, produktivitas (38%) sedikit melampaui pertumbuhan pendapatan (37%). Hal ini menunjukkan perusahaan melihat ke masa depan untuk tahun depan.

Hal ini menunjukkan realitas persiapannya.

Menurutnya, lebih dari sepertiga mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi adalah faktor terbesar yang membentuk tujuan bisnis mereka. Ini berarti perusahaan telah mengamati kemungkinan resesi yang akan datang dan membuat tujuan bisnis di 2023 berdasarkan itu.

Berinvestasi dalam HR tech adalah prioritas. Menurut survei terhadap 261 perusahaan Kanada yang dilakukan Capterra pada Oktober 2022 menghasilkan lebih dari setengah (56%) perusahaan berencana membelanjakan 10 hingga 20 persen lebih banyak teknologi dan perangkat lunak di 2023.

Survei itu juga mengatakan, 12% lainnya berencana untuk membelanjakan teknologi lebih dari 21% dibanding tahun lalu. Sekitar 26% ingin membelanjakan kurang lebih sama jumlahnya dengan tahun lalu.

Ada dua manfaat bagi perusahaan yang ingin berinvestasi pada HR Tech, yaitu

1. Utamakan keamanan siber

Keamanan siber tidak hanya menjadi prioritas utama untuk tahun 2023, tapi jadi salah satu kategori perangkat lunak terpenting yang harus diinvestasikan sejak pandemi dimulai.

42% perusahaan di Kanada telah mengadopsi teknologi keamanan siber di awal pandemi dan sekarang mereka menganggap teknologi keamanan siber sebagai bagian integral dari teknologi mereka.

Perusahaan menyadari keamanan siber saat tempat kerja menjadi lebih digital karena sistem kerja hybrid atau work from home.

Pada enam bulan pertama di tahun 2020, ada peningkatan 800% serangan aplikasi web dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir 9 dari 10 perusahaan mengalami pelanggaran keamanan siber dalam 12 bulan terakhir.

Dengan berinvestasi pada HR Tech, perusahaan akan mendapatkan keamanan siber terhadap data penting perusahaan.

2. Hargai sisi kemanusiaan

Lingkungan kerja jadi semakin teknis karena berada di lingkungan yang digital. Namun, pengusaha harus berhati-hati.

Baik HR atau departemen lain, pemimpin harus menyadari tekanan dan dampak teknologi terbaru terhadap karyawan. Perusahaan tidak boleh membuat mereka kewalahan dan kelelahan karena teknologi yang tidak dimengerti.

Maka dari itu, perusahaan perlu fokus pada kemajuan teknologi dan sisi kemanusiaan karyawan. Pastikan keduanya diprioritaskan dalam penerapannya.

Tren HR Tech Di 2023

ilustrasi tren hrtech

Blended workforce

Perubahan paling signifikan yang ditimbulkan dari pandemi adalah maraknya sistem kerja jarak jauh. COVID-19 telah memaksa bisnis untuk menerapkan model kerja jarak jauh dan hybrid.

Tenaga kerja campuran mulai dari karyawan di kantor dan mereka yang bekerja dari jarak jauh. Namun kunci kesuksesan model kerja ini adalah memanfaatkan budaya kerja hybrid sambil meminimalkan tantangannya.

Membangun budaya kerja hybrid butuh pendampingan, pembinaan, dan dukungan dari tenaga kerja yang tersebar secara geografis.

Di sinilah teknologi membantu perusahaan merampingkan proses dan meningkatkan produktivitas untuk semua tim. Adanya transformasi digital memungkinkan karyawan bekerja dari jarak jauh sambil tetap terhubung pada semua tim.

Tren HR tech yang satu ini akan terus populer di tahun 2023 dan menjadi tren HR teratas di masa depan.

2. Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah salah satu dari tren HR tech yang berdampak pada semua bidang bisnis.

Kecerdasan buatan seperti otomatisasi dapat digunakan untuk meningkatkan berbagai operasi HR, seperti:

  • Rekrutmen

Dengan menggunakan AI, HR bisa menganalisis data dan analitik resume. Kecerdasan buatan ini juga dapat memprediksi siapa yang paling cocok dan tidak cocok untuk posisi yang ada.

  • Membangun tim

Pada dasarnya AI dapat menggunakan data psikologis untuk memprediksi kohesi tim dan meningkatkan kinerja tim.

Algoritma AI dapat digunakan untuk mengidentifikasi apa yang berhasil, apa yang tidak, dan bagaimana praktik manajemen kinerja ditingkatkan.

  • Pelatihan karyawan

Dengan AI, perangkat lunak untuk pelatihan karyawan bisa membantu melatih karyawan agar memahami kebutuhan, menyarankan materi pelatihan, dan melibatkan pengguna saat mereka membutuhkan bantuan.

3. Cloud-based HR

COVID-19 memengaruhi jumlah perusahaan yang bekerja dan membuat opsi kerja jarak jauh menjadi lebih umum.

60% orang AS sekarang bekerja jarak jauh setidaknya satu hari dalam seminggu. Para pemberi kerja juga fleksibel menawarkan model kerja hybrid sehingga 87% pekerja memanfaatkan peluang tersebut.

Hal ini membuat HR tech berbasis cloud jadi alat penting bagi perusahaan modern karena membantu mereka menavigasi lanskap lingkungan kerja yang terus berubah.

Hampir separuh perusahaan melaporkan bahwa alat berbasis cloud membuat perusahaan jadi lebih tangguh dan gesit. Ini membuat cloud berperan penting dalam menjalankan bisnis perusahaan secara efisien.

Cloud-based HR juga memberi karyawan fleksibilitas yang mereka butuhkan.

4. Blockchain

Blockchain adalah sistem penyimpanan terdistribusi yang merekam dan memverifikasi transaksi sambil melindungi data dari modifikasi yang tidak sah.

Teknologi ini menjadi tren jangka panjang untuk HR tech. bahkan Gartner memperkirakan adopsi teknologi ini akan meluas dalam satu dekade terakhir.

Saat ini kasus penggunaan dasar untuk blockchain di bagian HR meliputi :

  • Pemeriksaan latar belakang
  • Perlindungan data karyawan
  • Manajemen penggajian
5. Employee experience

Perusahaan mulai berinvestasi lebih banyak dalam pengalaman karyawan, menekankan pentingnya bagian HR untuk meningkatkan retensi karyawan dan menarik bakat baru

Lebih dari 80% HR mengatakan bahwa mereka mendedikasikan lebih banyak sumber daya kepada karyawan mereka untuk kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan.

PwC juga melaporkan, lebih dari separuh perusahaan mengintegrasikan realitas virtual ke dalam strategi mereka.

Teknologi dan teknik AR/VR seperti gamifikasi dapat membantu perusahaan meningkatkan keterlibatan karyawan dan memberikan peluang untuk pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan.

Jangan terlewat: 5 Prioritas HR Untuk 2023

HR Tech Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Baik karyawan atau pengusaha mempersiapkan masa depan yang tidak pasti karena adanya isu resesi yang terus bertiup di tengah layoff dan hiring freeze.

Dengan meningkatnya inflasi dan melambatnya pekerjaan, kebutuhan mulai tumbuh.

Di saat seperti ini, perusahaan akan tergoda membatasi fleksibilitas tempat kerja dan peluang kerja jarak jauh. Tetapi, melakukan ini bisa jadi kesalahan besar.

Memberikan fleksibilitas kerja adalah keuntungan yang hampir gratis yang menguntungkan karyawan dan perusahaan.

Hal ini berarti sekarang lah waktu yang tepat mempersiapkan masa depan dengan kebijakan yang jelas, kepatuhan yang tegas, dan alat untuk mengelola fleksibilitas tempat kerja sebagai prosedur operasi standar.

Ketidakpastian ekonomi juga dapat berdampak pada Indonesia. Konsekuensinya bisa berupa perlambatan ekspor akibat penurunan permintaan global dan harga komoditas akan cenderung turun.

Resesi global juga akan berdampang pada berkurangnya penerimaan negara, khususnya Penerimaan Negara Bebas Pajak (PNBP).

Tanda-tanda yang paling terlihat adalah perlambatan ekspor, neraca perdagangan yang terancam defisit, dan penurunan pendapatan pemerintah.

Tak heran, HR tech dibutuhkan untuk menghadapi tahun 2023.

Menjelang akhir tahun 2022, ada prediksi bahwa tahun 2023 akan menjadi Tahun Metaverse untuk HR. selain itu adanya AI yang terjadi di mana-mana hingga ChatGPT yang akan menuliskan deskripsi pekerjaan lainnya akan membantu HR menjalankan tugasnya.

Teknologi baru seperti Metaverse, realitas virtual, dan ontologi keterampilan bertenaga AI cenderung menjadi perangkat arus utama normal untuk HR.

Walau telah banyak dibicarakan di mana-mana, Metaverse dan perangkat HR tech lainnya masih harus diulang, diuji, direvisi, dan diuji ulang kembali sebelum diakses kepada karyawan atau layanan HR.

Metaverse dan HR tech lainnya harus diterapkan dan diadopsi oleh lebih banyak vendor.

Sebagai seorang pemimpin dan tim HR, penting bagi Anda untuk mengubah budaya organisasi agar sesuai dengan kenyataan.

Dengan HR tech yang gesit dan fleksibel, maka perusahaan bisa membuat keputusan yang cepat berdasarkan data, mempermudah penyesuaian pengalaman karyawan untuk individu dan tim, sampai mengikuti perubahan kebijakan global dan aturan lokal.

Penutup

Teknologi selalu berubah dan berkembang. Inovasi baru ditambahkan setiap saat dan hanya masalah waktu sebelum menjadi standar teknis baru.

Beberapa tren HR di masa depan akan bertahan selama beberapa waktu, sementara yang lainnya akan lebih cepat usang.

Memang sulit menentukan HR tech mana yang lebih unggul atau bisa bertahan hingga 10 tahun ke depan.

Namun, divisi HR perlu menganalisis dan memahami dampak teknologi sebelm mereka dapat menerima perubahan standar industri.

HR juga perlu menerapkan praktik terbaik dan mengenali tren HR tech untuk tahun 2023 agar bisa membangun tempat kerja yang progresif di masa depan.

Comment